LOMBOK UTARA, SIARPOST – Dukungan Pemerintah Australia terhadap Kabupaten Lombok Utara (KLU) tidak hanya dirasakan saat daerah ini menghadapi bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19. Kolaborasi tersebut juga berperan dalam memperkuat ketahanan masyarakat, meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil, hingga membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) KLU, Sahabudin, S.Sos., M.Si., saat menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier, di Pasar Pemenang atau Bundesma Bangkit Berkah Bersama, Desa Pemenang Timur, Rabu 4/11/2026.
Dalam kesempatan tersebut, Sahabudin secara terbuka menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pemerintah Australia melalui sejumlah program pendampingan, khususnya Siap Siaga dan Konsepsi yang selama ini terlibat dalam proses pembangunan dan pemulihan Lombok Utara.
Menurutnya, KLU pernah menghadapi dua peristiwa besar yang memberikan dampak serius terhadap kehidupan masyarakat, yakni gempa bumi pada 2018 yang merusak berbagai fasilitas umum serta pandemi Covid-19 pada 2020 yang turut memukul aktivitas ekonomi.
Namun, melalui dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Australia, Lombok Utara perlahan bangkit dan kembali menjalankan aktivitas pembangunan.
“Alhamdulillah, saat ini kondisi sudah mulai pulih dan kembali normal. Dalam proses pemulihan ini, peran Kedutaan Besar Australia sangat signifikan dalam membangun kembali KLU,” ujar Sahabudin.
Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan mitra internasional menjadi salah satu kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi berbagai tantangan.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran teman-teman dari program Siap Siaga dan Konsepsi di Kabupaten Lombok Utara untuk ikut bersama-sama membangun daerah. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia,” tegasnya.
Tidak hanya berfokus pada pemulihan pascabencana, Sahabudin juga menyoroti manfaat kerja sama tersebut dalam meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Dukungan terhadap sektor ekonomi masyarakat dinilai penting agar pemulihan daerah tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya kemampuan masyarakat untuk bangkit secara mandiri.
Karena itu, Pemkab KLU berharap kemitraan dengan Pemerintah Australia dapat terus diperkuat dan tidak berhenti pada program yang telah berjalan.
“Saya berharap kolaborasi antara Pemerintah Australia melalui Dubes Australia di Indonesia dengan Pemerintah Daerah KLU terus berlanjut, sehingga ke depan daerah ini bisa menjadi lebih baik lagi,” harapnya.
Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier, memberikan apresiasi terhadap Pasar Pemenang yang dinilainya menjadi contoh keberhasilan pemulihan pascagempa sekaligus penguatan ketahanan ekonomi, pangan, dan masyarakat.
Brazier juga menyoroti inisiatif lima desa, termasuk komunitas di kawasan Tiga Gili, yang membangun mekanisme evakuasi bersama berdasarkan pengalaman menghadapi bencana sebelumnya.
Menurutnya, pengalaman masa lalu harus menjadi pembelajaran untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Ia menegaskan, keberhasilan membangun masyarakat tangguh tidak bisa hanya mengandalkan dukungan dari luar. Kepemimpinan pemerintah daerah, komitmen BPBD dan Bappeda, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor utama.
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Pemkab KLU untuk memperkuat kemitraan internasional, terutama dalam bidang ketangguhan bencana, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Bagi Sahabudin, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan hasil pemulihan, melainkan memastikan kolaborasi yang telah terbangun mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Lombok Utara.(Niss)














