Muslim Madani Himpun SD dan MI se-Lombok Utara, 19 Sekolah Ikuti Festival Lomba Islami

LOMBOK UTARA ,SIARPOST— Sebanyak 19 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) ambil bagian dalam Festival Lomba Islami (FLI) yang digelar Yayasan Muslim Madani. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan sekaligus ajang silaturahmi antarlembaga pendidikan yang selama ini berada di bawah naungan instansi berbeda.

Festival tersebut melibatkan peserta dari Kecamatan Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan hingga Bayan. Mereka berkompetisi dalam tiga cabang lomba, yakni tahfiz Al-Qur’an, pidato Islami, dan menyanyi solo pop religi.

Pimpinan Yayasan Muslim Madani, Ustaz Arif Maulana, mengatakan festival ini sengaja dirancang bukan sekadar untuk mencari pemenang, tetapi juga mempertemukan siswa dan lembaga pendidikan SD maupun MI dalam satu kegiatan bersama.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Kesyukuran 10 Tahun Muslim Madani yang telah dimulai sejak September 2026. Festival Lomba Islami menjadi agenda ketiga dari total 10 kegiatan yang direncanakan hingga puncak peringatan pada Februari 2027.

“Ini kami hajadkan sebagai ajang dan media silaturahmi seluruh SD/MI se-Lombok Utara. Setahu kami, ini menjadi festival pertama yang menghimpun dua sekolah dengan payung berbeda, yakni SD di bawah Dinas Pendidikan dan MI di bawah Kementerian Agama,” ungkap Arif,Kamis 05/11/2026

Menurutnya, selama ini sekolah-sekolah tersebut memiliki ruang kegiatan masing-masing. Melalui festival ini, Muslim Madani ingin membuka kesempatan agar para siswa dapat saling mengenal, berinteraksi, sekaligus menunjukkan kemampuan di bidang keagamaan dan seni Islami.

Antusiasme sekolah juga dinilai cukup baik. Sebagian besar peserta mengirimkan perwakilan untuk ketiga cabang lomba, meskipun ada beberapa sekolah yang hanya mengikuti satu atau dua kategori.

Arif menjelaskan, tiga cabang lomba yang dipertandingkan meliputi tahfiz dengan pilihan hafalan Juz 30 atau Juz 1, pidato dengan tema yang telah ditentukan panitia, serta menyanyi solo pop religi menggunakan lagu yang sudah ditetapkan.

Juknis perlombaan telah disebarkan kepada sekolah-sekolah sekitar tiga minggu sebelum pelaksanaan agar peserta memiliki waktu mempersiapkan diri.

Lebih jauh, festival ini juga menjadi bagian dari upaya Muslim Madani mengevaluasi perjalanan lembaga selama satu dekade. Peringatan 10 tahun bukan hanya momentum bersyukur, tetapi juga kesempatan melihat kontribusi dan warisan yang telah dibangun bagi dunia pendidikan di Lombok Utara.

Saat ini, Yayasan Muslim Madani menaungi TK Islam Integrasi Muslim Madani dan SD Islam Integrasi Muslim Madani. TK mulai beroperasi sejak 2017, SD sejak 2019, sedangkan yayasannya berdiri pada 2018. SD Islam Integrasi Muslim Madani sendiri telah meluluskan dua angkatan.

Dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an, Muslim Madani juga memiliki program Markas Tahfiz Lil-Abna yang diperuntukkan bagi siswa kelas 1 hingga kelas 3 SD selama tiga tahun, dengan target hafalan Juz 29, Juz 30, dan Juz 1.

Arif berharap festival semacam ini tidak berhenti pada peringatan 10 tahun Muslim Madani. Ia ingin kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, baik oleh Muslim Madani maupun lembaga pendidikan lainnya.

“Harapan kami, acara semacam ini tetap berlanjut agar hubungan antara SD dan MI se-Lombok Utara terus dikuatkan. Dengan demikian, kita bisa saling mengenal dan saling dikenal,” tandasnya.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *