Sempat gagal, Kapolres dan Dandim Sumbawa Barat Akhirnya Divaksin Sinovak

Sumbawa Barat, SIARPOST – Vaksin perdana yang dilakukan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat kepada Wakil Bupati dan Forkopimda yang dilaksanakan di Gedung Graha Fitrah Klmplek Kemutar Telu Center pada Rabu (3/2) berjalan lancar.

Namun Kapolres Sumbawa Barat AKBP Herman Suriyono SIK MH dan Dandim 1628/ Sumbawa Barat Letkol CZI Sunardi ST MIP yang awalnya gagal divaksin karena tekanan darah tinggi sesaat sebelum vaksinasi akhirnya berhasil menerima vaksin Sinovak.

“Kapolres dan Dandim awalnya tidak bisa divaksin karena tekanan darah nya tinggi di atas normal dan kami memutuskan tidak memberikan vaksin,” ungkap Direktur RSUD Asy-Syifa dr Carlof, saat dimintai keterangan, Kamis.

Baca juga : Tangkal Terjangan Covid Babinsa ajak warga Disiplin Protkes

Meski gagal di awalnya. Akhirnya Kapolres dan Dandim berhasil divaksin pada hari itu juga setelah ditenangkan oleh petugas kesehatan.

“Tekanan darah Kapolres dan Dandim sempat tinggi bisa diakibatkan karena tegang mau disuntik, padahal tensi pada saat screening sehari sebelumnya normal, dan tidak mempunyai riwayat hipertensi,” ujar dr Carlof.

Penyuntikan vaksin Sinovak perdana diberikan kepada 15 orang pejabat lingkup Pemda Sumbawa Barat yaitu Wakil Bupati Fud Syaifuddin, Kasdim 1628, Dandim 1628 dan Kapolres Sumbawa Barat beserta peserta lainnya.

Baca juga : Jatuh di Tebing So Tamba Jara, Warga Desa Saneo Meninggal Dunia

Usai vaksinasi AKBP Herman Suriyono SIK MH mengajak masyarakat agar tidak menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya terkait vaksinasi, karena program ini adalah program yang sangat baik untuk memotong mata rantai penyebaran covid-19.

Setelah vaksinasi perdana kepada 15 orang tersebut, giliran tenaga kesehatan yang akan discreening dan dilakukan vaksin. Karena para tenaga kesehatan ini diprioritaskan menerima vaksin karena menjadi garda terdepan penanganan virus Corona.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu