10 Hektar Lahan di Food Estate Talonang Mulai Diolah dan Ditanami Jagung

Sumbawa Barat, SIARPOST – Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol CZI Sunardi ST MIP bersama Wakapolres, Danki Brimib dan Ketua KPH serta Forum Pimpinan Kecamatan Sekongkang melakukan video conferensi dengan Pangdam IX/Udayan, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc untuk melaporkan perkembangan lokasi Food Estante di Desa Talonang, Selasa (18/5).

Dalam video conferensi yang juga dihadiri oleh Kelompok Tani Sampar Baru yang berjumlah 35 orang tersebut, Dandim melaporkan perkembangan lahan sejak tanggal 15 Februari hingga saat ini 100 hektare lahan tersebut sudah dibersihkan.

“Lahan 100 hektare itu sudah dibersihkan, jika KPH melihat perkembangan baiknya maka akan ditambahkan 50 hektare lagi,” kata Dandim saat dimintai keterangan di Makodim 1628/Sumbawa Barat, Rabu (19/5).

Namun dari 100 hektare itu, tambah Dandim, kurang lebih 10 hektare yang sudah diolah dan sekitar 6 hektare yang telah ditanami jagung.

Ia juga menyampaikan ke Pangdam, bahwa kesulitan yang dihadapi pada saat ini adalah ketersediaan air karena saat ini sudah memasuki musim kemarau. Untuk menanggulangi keterbatasan ar tersebut, pihaknya bersama para kelompok tani akan menggunakan metode Irigasi sprinkler.

“Untuk mempercepat penanaman dan agar hasilnya maksimal kami mengembangkan metode Irigasi sprikler agar air dapat terpenuhi dan sudah kami uji coba, doakan semoga ini akan berhasil,” kata Dandim.

Irigasi sprikler adalah salah satu irigasi pertanian paling modern saat ini. Sprinkler or spray irrigation ialah suatu model pemberian air ke seluruh permukaan lahan yang akan diirigasi dengan bantuan pipa bertekanan melalui nozzle.

Sistem irigasi sprinkler cocok untuk semua jenis tanah. Dapat mengontrol tingkat pemberian air pada tanaman sehingga dapat mengurangi pertumbuhan tanaman yang vegetatif dan memperbesar peluang tanaman untuk tumbuh secara generatif dimana akan meningkatkan produktifitas panen.

Sebelumnya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc bersama rombongan didampingi Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan Forkopimda Sumbawa Barat telah meninjau lahan ketahanan pangan Food Estate Mini di Desa Talonang Baru Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (27/4/2021).

“Ini berawal dari ide saya untuk memotivasi ketahanan pangan khususnya di NTB, kemudian saya diskusikan dengan Gubernur dan Danrem pada saat kunjungan pertama ke Lombok, ternyata Pemerintah Daerah mendukungnya dengan sangat luar biasa,” kenang Maruli Simanjuntak saat kunjungan tersebut.

Terkait dengan kebutuhan pangan masyarakat, kata Maruli, tidak akan pernah cukup. Untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri saja hampir semua item pangan tidak cukup, padahal jika dihadapkan dengan luasnya lahan di Indonesia seharusnya mampu mengekspor pangan.

Lahan food estate tersebut, menurutnya, bukan milik perorangan tetapi lahan ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kehutanan Kabupaten dan TNI bersama Kelompok Tani yang ada di daerah setempat.

Sementara itu, Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., juga telah melakukan pengecekan dan menyiapkan lahan untuk ketahanan pangan di Desa Talonang Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat, Minggu (21/2/2021).

Danrem mengatakan, Salah satu upaya atau inovasi jajaran Korem 162/WB maupun Kodam IX/Udayana rencana akan membangun lahan ketahanan pangan bekerja sama dengan pihak KPH untuk memanfaatkan lahan terbuka atau belum dikelola.

“Syukur Alhamdulillah kami dibantu oleh KPH dengan diberikan lahan ratusan hektar,” tambah Ahmad Rizal.

Sesuai rencana, tanah seluas 150 hektar tersebut akan dimanfaatkan menjadi lahan pertanian untuk tanaman jagung dan sorgum yang akan diintegrasikan dengan tanaman-tanaman keras dengan tetap menjaga kelestarian dari hutan sendiri.

Selain itu sambung Danrem, kedepan selain sektor pertanian, juga akan dikembangkan ke sektor peternakan dan perikanan dengan harapan ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19 khususnya di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat dapat terjaga dengan baik.

“Apabila ketahanan pangan sudah terjamin, maka masyarakat akan hidup tenang dan nyaman, tidak akan terpengaruh dengan isu-isu negatif atau provokatif sehingga situasi tetap aman dan kondusif,” jelas Pati Bintang Satu itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu