Dinas PUTR Lombok Barat Secara Bertahap Bangun Infrastruktur Dari Desa Menuju Kota

Infrastruktur Pendukung Pelayanan Dasar Masyarakat Terus Diupayakan Tuntas

Lombok Barat, SIARPOST – Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) kabupaten Lombok Barat secara bertahap terus membangun infrastruktur dari desa ke kota. Pembangunan tersebut untuk member ruang kepada potensi yang dimiliki desa agar bisa berkembang.

“Pembangunan suatu daerah itu dimulai dari pembangunan dari desa, makanya kami mencoba memberikan perhatian kepada infrastruktur yang ada di desa,” ujar Kepala Dinas PU-TR, I Made Artadana, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/11).

I Made mengatakan, bahwa wewenang Dinas PUTR tidak bisa mengintervensi wewenang yang ada di desa dalam pembangunan infrastruktur, tetapi ada pola-pola yang dapat ditempuh untuk membangun infrastruktur tersebut.

Baca juga : Meriahkan Hari Bhakti ke-76 PU, Dinas PUTR Lombok Barat Gelar Berbagai Kegiatan

Ia mencontohkan dalam Bidang Sumberdaya Air yang mengurusi irigasi. Jika melihat kewenangannya, Dinas PUTR hanya mengurusi sekitar 24 irigasi di Kabupaten, sementara sisanya irigasi di desa adalah kewenangan desa.

Namun, Kadis yang cerdas dan berkarakter ini mengungkapkan berbagai macam pola yang dapat ditempuh, seperti menginterkoneksikan irigasi kewenangan daerah dengan irigasi yang ada di desa sehingga terkoneksi dan dapat mengairi semua lahan secara merata.

“Kita merancang dan menginterkoneksikan irigasi desa dan kabupaten yang jumlahnya 94 irigasi dengan luasan sekitar 3.000 hektare, agar semua merata dan teraliri air,” katanya.

Di satu sisi, persoalan irigasi ini juga bagian dari Dinas Pertanian, sehingga Dinas PUTR tetap berkoordinasi dengan dinas terkait dalam membangun infrastruktur penampung-penampung air seperti embung, terutama di daerah yang tidak memiliki sumber air permukaan.

“Ini semua bagian dari memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat,” katanya.

Baca juga : Kasiwas Polres Sumbawa Barat Monitoring Vaksinasi Tahap I dan II

Selain itu, Dinas PUTR melalui Bidang Bina Marga berusaha terus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yaitu akses jalan yang baik.

Sekitar 446 Kilo jalan Kabupaten yang dikerjakan oleh Dinas PUTR. Selain itu ada sekitar 478 Kilo jalan desa yang bukan wewenang pemda yang juga butuh perbaikan dan peningkatan kualitasnya.

“Kami tidak bisa mengintervensi sampai jalan desa karena bukan kewenangan kabupaten,” ujarnya.

Tetapi lagi-lagi ada pola yang telah dilakukan oleh Dinas PUTR Lombok Barat untuk membangun infrastruktur jalan di desa yaitu dengan cara menaikan status jalan desa menjadi jalan kabupaten sehingga dapat diintervensi oleh PUTR.

“Kita harus menaikan status jalan desa yang terkoneksi dengan jalan kabupaten sehingga menjadi wewenang Dinas PUTR,” katanya.

Ia menilai pembangunan akses jalan ini harus dilakukan, untuk membangun kota harus membangun desa terlebih dahulu, karena di desa banyak potensi yang dapat dijual seperti wisata desa dan komoditi unggulan.

Untuk mensuport potensi-potensi tersebut, akses jalan harus diperbaiki sehingga ekonomi masyarakat tumbuh dan berkembang.

“Sampai saat ini sekitar 120 kilo jalan desa yang sudah dinaikan statusnya menjadi jalan kabupaten,” katanya.

Begitu juga pembangunan di Bidan Cipta Karya yang mengurusi bangunan dan infrastruktur air bersih. Dinas PUTR menginterkoneksikan infrastruktur yang ada di desa sehingga kebutuhan air bersih warga dapat tercapai.

Untuk memberi layanan air bersih, Dinas PUTR juga membangun beberapa penampungan air di sejumlah lokasi yang kesulitan air bersih.

“Kita bersinergi dengan PDAM dan masyarakat sehingga kebutuhan air masyarakat dapat tercapai,” katanya.

Hal yang sama dilakukan dalam membangun sanitasi. Dinas PUTR mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam membangun dan melengkapi sanitasi seperti MCK, sehingga dengan adanya sanitasi yang memadai akan mempengaruhi naiknya kualitas lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

Menurut I Made, bahwa hingga saat ini pembangunan infrastruktur untuk kebutuhan dasar masyarakat Lombok Barat mencapai progress yang cukup baik.

“Semoga semua infrastruktur yang mendukung kebutuhan dasar masyarakat Lombok Barat dapat tercapai hingga tahun 2024 sesuai dengan visi misi kepala daerah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *