Sumbawa Barat, SIARPOST | Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi NTB Pulau Sumbawa, H M Saleh, mengatakan, bahwa anggaran pemeliharaan jalan provinsi yang ada di Tambak Sari mencapai Rp 1,2 Miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBD murni Provinsi NTB tahun 2022.
“Sekitar 1,2 Miliar untuk pemasangan gorong-gorong dan bangunan pelengkap lainnya seperti saluran pemasangan yang ada di jalan Tambak Sari sesuai permintaan masyarakat,” katanya saat dimintai keterangan di Sumbawa, Minggu (9/10).
Ia mengungkapkan rincian anggaran tersebut yaitu nilai satu gorong-gorong adalah Rp 500 juta dan di jalan tersebut dipasang dua gorong-gorong sehingga mencapai Rp 1 miliar ditambah bangunan pelengkap lainnya sehingga mencapai sekitar Rp 1,2 miliar.
Baca juga : Komisi IV DPRD NTB Akan Panggil PUPR Untuk Percepat Perbaikan Jalan Tambak Sari
Iya juga menepis adanya anggaran Rp 3,3 miliar yang dikatakan Ketua DPRD Sumbawa Barat, Kaharuddin Umar beberapa waktu lalu.
“Apa yang dikatakan oleh Ketua DPRD Sumbawa Barat itu kemarin berupa usulan, tetapi yang kami tangani saat ini adalah Rp 1,2 miliar di ruas jalan tersebut,” katanya.
Secara keseluruhan, Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Sumbawa pada tahun ini menangani pemeliharaan ruas jalan sepanjang 400 kilometer yang ada di seluruh kabupaten di pulau Sumbawa.
“Dari 900 km ruas jalan di pulau Sumbawa, kami hanya menangani pemeliharaan sepanjang 400 km dan sisanya masuk dalam penanganan percepatan,” katanya.
Balai pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Sumbawa tahun ini mengelola dana pemeliharaan jalan sebesar Rp 8 miliar dibagi di sejumlah titik yaitu di Sumbawa delapan ruas jalan, Bima delapan ruas, tiga ruas di Dompu, dan satu ruas di Sumbawa Barat yaitu di Tambak Sari dan semuanya ditargetkan akan selesai pada tahun 2022.
Baca juga : Diabaikan Pemprov, Pemasangan Lampu Jalan di Tambak Sari KSB Butuh Anggaran 1,9 Miliar
“Pemeliharaan jalan-jalan ini sudah sampai sekitar 80 persen,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga PUPR Provinsi NTB, Hj Lies Komalasari, saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, mengatakan, memang belum ada anggaran untuk perbaikan jalan di Tambak Sari dan baru akan diusulkan pada tahun ini untuk anggaran tahun depan.
“Kami akan berusaha untuk mengusulkan, membahas dan memprioritaskan sejumlah jalan yang emergency untuk diperbaiki di tahun depan termasuk ada jembatan juga di Bima,” ujarnya.
Ia mengaku anggaran saat ini sangat minim, dikarenakan utang Pemprov NTB yang hingga saat ini ada yang belum terbayarkan.
“Untuk di jalan Tambak Sarumi, karena tidak ada dana di Bidang makanya kita gunakan anggaran pemeliharaan, kita sama-sama berusaha untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.
“Nanti kami akan usulkan untuk perbaikan jalan Tambak Sari di APBD 2023 dan kami bahas bersama Komisi IV DPRD NTB,” katanya.
Merespon anggaran senilai 1,2 Miliar, Kepala Desa Tambak Sari, Suhardi tidak menyangka bahwa pembuatan dua gorong-gorong saja menghabiskan anggaran segitu.
Ia menilai anggaran 1,2 miliar harusnya bisa membuat jalan tambak sari mulus dan drainasenya juga dapat terpasang.














