Disinggung Penyebab Terlantarnya PMI, PT CPI Laporkan Akun Medsos ke Polisi

 

/Buntut dari tuduhan dan dugaan bahwa PT CPI menelantarkan PMI di penampungan hingga berbulan-bulan

Mataram, SIARPOST | Kepala Cabang Bima PT Citra Putra Indarab (CPI) beserta semua sponsornya resmi melaporkan pemilik akun media sosial (Facebook) Daela Dinda atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik ke Polres Bima Kota, Senin (16/1/2023).

Pihak perusahaan keberatan akun Daela Dinda sekitar lima hari yang lalu menulis dan mengunggah beberapa kalimat yang diduga mencemarkan nama baik perusahaan.

Seperti dua postingan ini, “Kepala cabang PT CPI Bima adalah otak di balik terlantarx calon TKW asal Bima yg di kurung selama 8 bulan di penampungan”.

“Otak kejahatan di balik terlantarnya calon TKW asal Bima adalah saudara kepala cabang PT CPI Bima dan bermain cantik dgn pihak dinas Tenaga kerja kabupaten Bima”.

Karyawan dan Kepala Cabang PT CPI Cabang Bima saat dipanggil ke Polres Bima Kota

“Atas postingan itulah dasar kami melaporkan ke Polres Bima Kota pada Kamis (12/1/2023), kami masukan pengaduan, dan hari ini naik ke Laporan Polisi (LP),” kata Kepala Cabang PT CPI Cabang Bima, Sahbudin dalam keterangannya.

Tak hanya dua postingan tersebut, sebelumnya juga dalam akun tersebut menulis bahwa “Otak kejahatan Mafia perdagangan manusia adalah saudara direktur PT CPI jakarta”.

Atas postingan yang diunggahnya pada Rabu (11/1/2023) itu, beragam komentar yang membela PT CPI. Bahkan Direktur PT CPI melalui akun resminya bernama Livian Asnawiyah ikut komentar dan menyanggah atas postingan akun Daela Dinda.

Dalam komentarnya, Livian Asnawiyah berbicara tegas “Pak kamu ada masalah dengan saya ? saya adalah Direktur PT CPI ? perdagangan manusia seperti apa yang saya lakukan ?

“Perdagangan manusia di dalam dunia PJTKI adalah memberangkatkan secara ilegal tanpa melalui prosedur,” kata akun Livian.

Akun Livian kemudian mengatakan “tolong pertanggung jawabkan status anda jangan sampai anda sudah capek nulis nanti capek menjelaskan”

Livian berkomentar lagi lebih tajam dalam postingan itu, “saya tidak takut sama anda pak jangan menunjuk kan taring anda hanya di daerah anda saja, saya perempuan dan saya tidak takut dengan manusia seperti anda
suka ribut sama perempuan ? ayo saya tantang sekalian anda”, kata Livian dalam komentarnya.

Pembelaan Direktur PT CPI Pusat itu, merupakan komentar awal yang masuk pada postingan akun Daela Dinda, setelah akhirnya beragam komentar dari akun lain, termasuk akun Livian Asnawiyah.

Postingan tersebut juga membuat nama baik perusahaan PT CPI menjadi rusak. Terlebih dikatakan PT CPI ini merupakan sebagai otak perdagangan manusia atau human trafficking.

“Kami memberangkatkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) secara resmi atau legal”, dengan tegas ia menjelaskannya.

Sementara itu, dari dalam ruangan Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Reskrim Polres Bima Kota, terlihat Penyidik pun telah memeriksa sejumlah saksi untuk memperkuat laporan Pelapor.

Satu persatu para saksi diperiksa terkait postingan itu, dan kini laporan tersebut menjadi atensi Polres Bima Kota untuk dituntaskan.

“Benar, laporan terkait Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) telah masuk ke kami untuk ditindaklanjuti. Para saksi pun telah kami periksa,” jelas salah seorang penyidik Tipidter yang tidak ingin disebutkan namanya”

Secara terpisah, Direktur PT CPI di jakarta, (Livian Asnawiyah) menambahkan, dalam kasus ini pula ia akan melaporkan secara terpisah di Mabes Polri sepulang dari Negara Taiwan.

“Untuk postingan yang menyebut Direktur PT CPI Jakarta sebagai otak kejahatan mafia perdagangan manusia, ini saya akan laporkan terpisah di Mabes Polri setelah saya tiba di Indonesia,” pungkasnya.

Reporter : Obama Bima

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *