Jum’at Curhat, Pesan Kapolsek KPL Tano Kepada Para Penumpang Kapal di Bulan Ramadhan

 

 

 

SUMBAWA BARAT – Program Jumat Curhat, Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Tano, Polres Sumbawa Barat serap aspirasi masyarakat di atas Kapal Ferry penyeberangan Poto Tano – Kayangan.

Didamping anggota dan crew kapal, Kapolsek KPL Tano, Sumbawa Barat, Iptu Nurlana menyambangi para penumpang Kapal KMP Jembatan Nusantara yang akan menyeberang dari Pelabuhan Poto Tano ke Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur.

Baca juga : Jumat Curhat, Polsek KPL Tano Jaring Informasi Kamtibmas

Dalam program ‘Jum’at Curhat’ yang menjadi kegiatan rutin setiap minggunya, di minggu pertama Bulan Suci Ramadhan 1444H ini, Kapolsek KPL Tano, Iptu Nurlana tak henti-hentinya memberi pesan  agar tetap menjaga Kamtibmas.

Dalam menjaga kondusifitas, Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa partisipasi peran serta dan dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat. Untuk itu diperlukan kerjasama dan kemitraan antara polisi dan masyarakat.

“Demi terwujudnya situasi kamtibmas yang kondusif selama Bulan Suci ramadhan 1444H ini diperlukan sikap saling toleransi dan saling menghargai sesama pengguna jasa pelabuhan dan informasi-informasi sekecil apapun terkait potensi dan ancaman, gangguan kamtibmas untuk bersama sama kita cegah,” pinta Nurlana dihadapan para pengguna jasa pelabuhan laut, Jumat pagi (31/3).

Baca juga : Jumat Curhat, Jelang Ramadhan Polsek KPL Tano Imbau Tetap Jaga Kondusifitas dan Hindari Hoax

Dia juga mengutarakan bahwa Jum’at Curhat ini merupakan wadah untuk menampung aspirasi saran dan masukan dari masyarakat termasuk informasi – informasi yang perlu menjadi atensi kepolisian.

“Kami dari petugas Keamanan wajib untuk menindaklanjuti setiap gangguan termasuk mengenai keamanan dan ketertiban Penyeberangan,” tegasnya.

Selain itu, Nurlana juga mengingatkan kepada penumpang untuk tetap waspada dan memperhatikan keamanan barang bawaan.

“Dalam pelayaran para penumpang agar memperhatikan barang bawaannya agar dijaga jangan sampai ada yang tertinggal atau tertukar,” ucap Nurlana mengingatkan.

Demikian pula terkait penggunaan media sosial (Medsos). Nurlana berpesan agar lebih bijak dalam memanfaatkan medsos.  Berhati-hatilah dengan berita hoax, hendaknya di saring sebelum di share ke pihak lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *