Dampak MXGP Lombok : Tingkat Hunian Hotel dan Kunjungan Pantai Senggigi Naik Signifikan 

Mataram, SIARPOST.com | Gelaran FIM Motocross World Championship MNC MXGP of Lombok sukses digelar di Sirkuit MXGP Selaparang. Seri ke-11 dari ajang MXGP ini diikuti oleh 19 pembalap MXGP dan 23 pembalap MX2 dari berbagai belahan dunia.

Kehadiran ajang Motocross paling bergengsi di dunia ini berhasil menjadi magnet luar biasa yang mampu menarik puluhan ribu penggemar Motocross dari berbagai penjuru dunia untuk datang ke Pulau Lombok menyaksikan aksi para pembalap idola mereka.

Hal ini tidak hanya memberikan dampak luar biasa bagi penyelenggara kegiatan MXGP, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang positif di berbagai sektor, terutama di Sektor Pariwisata.

Baca juga : Bukan Sekedar Ajang Balapan, MXGP Final Race Ceremony : The Spirit of A Culture

Berdasarkan hasil pantauan Wakil Ketua BPPD NTB, Ketut Jaya yang juga merupakan Ketua dari Senggigi Hotels Association, selama periode MXGP berlangsung, rata rata tingkat hunian hotel di kawasan destinasi wisata Senggigi mencapai okupansi 95%, bahkan beberapa hotel seperti Holiday Resort Lombok berhasil menembus hingga 99% okupansi.

Ketut Jaya menjelaskan bahwa Gelaran MXGP telah memberikan dampak yang sangat baik terhadap kemajuan sektor pariwisata di NTB, khususnya di kawasan Mataram, Gili dan juga Senggigi yang merupakan destinasi wisata terdekat dari lokasi Sirkuit MXGP yang berada di Selaparang, Kota Mataram.

Tingginya tingkat okupansi hotel di kawasan Senggigi tentunya juga memberikan impact besar terhadap usaha wisata lainnya seperti restaurant, toko oleh oleh, dan usaha jasa wisata.

“MXGP tidak hanya mampu memperkuat citra Nusa Tenggara Barat sebagai destinasi Sport Tourism unggulan di dunia dengan keberadaan sejumlah sirkuit internasional seperti Sirkuit MotoGP Mandalika, Sirkuit MXGP Samota, dan Sirkuit MXGP Selaparang, tetapi juga sangat efektif untuk mempercepat pemulihan pariwisata pasca covid 19.

Baca juga : Dewi Noviany : Samota 2023 Menuju Sorotan Dunia, Menguak Potensi Tersembunyi di MXGP

Hal ini sangat nyata terlihat dengan menggeliatnya kembali wisata Senggigi yang selama hampir 3 tahun lesu akibat covid 19. Beberapa hari terakhir ini kita bisa melihat kembali wajah Senggigi yang dulu kita kenal, dimana trotoar di sepanjang jalan dipenuhi oleh turis asing yang berlalu lalang dan pantai yang ramai dengan pengunjung,” lanjut Ketut Jaya.

Selama periode MXGP Lombok berlangsung, kawasan wisata Senggigi kembali menggeliat. Hal ini bisa terlihat dari padatnya arus lalu lintas di sepanjang jalan Raya Senggigi, ramainya gerai gerai kuliner dan restaurant, serta tingginya aktivitas wisatawan di sejumlah pantai seperti; Pantai Duduk, Pantai Batu Bolong, dan Pantai Senggigi sendiri.

Tahun ini Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah dari 2 seri kejuaran MXGP sekaligus yaitu, Seri ke-10 yang telah berlangsung pada 25 Juni lalu di Sirkuit Samota, Sumbawa, dan Seri ke-11 yang telah berlangsung hari ini di Sirkuit Selaparang, Mataram, Lombok.

Baca juga : MXGP 2023 : Sirkuit Samota Terbaik di Asia Dengan Penonton Paling Banyak Capai 60 Ribu

Seperti yang dijelaskan oleh Wakil Ketua BPPD NTB, Ketut Jaya, kehadiran MXGP tidak hanya berhasil memperkuat citra Provinsi NTB sebagai destinasi Sport Tourism kelas dunia, tetapi juga mampu menempatkan provinsi NTB di jajaran top destinasi wisata dunia dengan kekuatan branding dari setiap event internasional yang di gelar.

Melalui ajang MXGP, Pemerintah Provinsi NTB melakukan berbagai macam promosi untuk memperkenalkan destinasi destinasi unggulan serta kekayaan dan keberagaman budaya dari setiap Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu