Puluhan Tahun Beroperasi, Tambang Galian C di Desa Taman Ayu Lombok Barat Ternyata Tidak Berizin

Foto : Aktivitas tambang batuan atau Galian C di Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung Lombok Barat.

Lombok Barat, SIARPOST.com | Sejumlah tambang galian C yang beroperasi di Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat ternyata tidak memiliki izin pertambangan yang lengkap. Padahal tambang ini menurut warga setempat sudah berjalan puluhan tahun lamanya.

Tambang yang berada di pinggir jalan sepanjang jalan Desa Taman Ayu yang beroperasi cukup lama ini merugikan daerah dan berpotensi merusak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Tambang-tambang tersebut berjejer dan terlihat dari pinggir jalan yang menjadi mobilitas publik.

Baca juga : Viral di Medsos, Makanan Jamaah Haji Indonesia Hanya Nasi dan Tempe Orek

Kepala Desa Taman Ayu, M Tajudin yang ditemui beberapa waktu lalu di ruang kerjanya, mengakui bahwa sejumlah tambang yang beroperasi tersebut belum memiliki izin lingkungan atau UKL-UPL, karena saat ini masih dalam proses pengajuan.

“Memang sudah lama dan belum ada izin, tapi dalam satu bulan ini sekitar 5 perusahaan yang sudah mengajukan UPL-UKL. Kita terus mendorong para penambang ini untuk membuat izin,” ujarnya.

Untuk izin UPL-UKL ini, tambah M Tajudin, kewenangannya ada di provinsi, desa hanya bisa memposisikan diri nya sebagai administrasi atau memberikan rekomendasi untuk persyaratan izin tersebut.

Baca juga : Satu Lagi Pria Yang Terlibat Kasus Penganiayaan di Pantai Ngampa Dompu Ditangkap di Surabaya

“Jadi kami hanya administrasi dan memberikan rekomendasi atas pengajuan izin, nanti izin lingkungannya itu keluar dari Dinas LHK Provinsi, namun dengan sejumlah persyaratan dan kajian,” ujarnya.

Ketika para penambang ini mempunyai izin, maka lingkungan bisa diselamatkan karena penambang pasti mempunyai hak dan kewajiban dalam melindungi lingkungan dari kerusakan. Begitu juga dengan hak para pekerja bisa diberikan.

M Tajudin juga mengaku, sangat memikirkan kondisi pasca tambang yang nantinya akan ditinggalkan penambang. Sehingga ia terus mendorong para penambang untuk segera mengurus izin lingkungan tersebut agar tanggung jawab penambang terhadap lingkungan bisa dilaksanakan.

“Kalau sudah ada izin kan enak, ada jaminan lingkungan, jaminan tenaga kerja. Jadi lebih mudah mempertanggungjawabkan nya,” katanya.

Baca juga : Akibat Kemarau, Bhabinkamtibmas Desa Batu Layar Barat Bekerjasama Dengan Polres Lobar Distribusi Air Bersih Kepada Warga

M Tajudin juga mengaku, selama ini pihak desa tidak memungut apapun dari kegiatan pertambangan tersebut, namun ia lebih menyerahkan kepada masing-masing dusun untuk mengaturnya.

“Jadi imbauan tetap kita berikan kepada penambang, juga kepada Dinas LHK Provinsi NTB yang belum serius menangani hal ini. Walaupun ini memang zona tambang tapi harus sesuai aturan,” katanya.

Meskipun menyerap tenaga kerja setempat namun tambang galian C yang ada di Desa Taman ayu ini tidak mempunyai izin atau ilegal. Hal ini jelas melanggar UU tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Izin lingkungan atau UKL-UPL sama halnya seperti AMDAL, berfungsi sebagai panduan pengelolaan lingkungan bagi seluruh penyelenggara suatu kegiatan. Namun, skala kegiatan yang diwajibkan UKL-UPL relatif cukup kecil dan dianggap memiliki dampak terhadap lingkungan yang tidak terlalu besar dan penting.

Hingga berita ini turun, pihak Dinas Lingkungan Hidup, Dinas ESDM dan Pihak Aparat Penegak Hukum belum berhasil ditemui. (FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu