Video Curhat 2 Orang Anak Dari Cianjur Yang Ibu nya Disekap Dijadikan PSK di Dubai, Polisi Tangkap Pelaku TPPO-nya

 

SIARPOST.com | Satreskrim Polres Cianjur menangkap HR , tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan korban Ida (40 tahun) warga Kampung Pasir Layung II RT 5 RW , Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Korban yang dikirim ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) sejak April 2020 diduga dijadikan pekerja seks komersial (PSK) di negeri kaya di kawasan Timur Tengah oleh sindikat TPPO.

Namun hingga saat ini, korban yang merupakan ibu dua anak ini masih di Dubai dan belum diketahui keberadaanya.

Baca juga : Sanksi Berat Bagi PNS Wanita Yang Nekat Jadi Istri Kedua, Akan Langsung Dipecat

Kapolres Cianjur, AKBP Aszahari Kurniawan, mengatakan, tersangka ditangkap anggota Unit III Sat Reskrim Polres Cianjur, pada Kamis (6/7/2023) sekitar pukul 22.30 WIB.

“Tersangka warga Kampung Karang RT 3 RW 4 Desa Langansari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, berperan sebagai perekrut dan memperkenalkan korban kepada M (sponsor),” ujar Aszahari, Sabtu (8/7/2023).

Tersangka kata dia ditangkap di depan Perumahan Marhamah, Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.

“Tersangka RH berperan memperkenalkan korban kepada M yang masih kita cari keberadaannya,”pungkasnya.

Baca juga : Terima Fee Dari Para Pengusaha Sejak 2012 Rp28 M, Mantan Kepala Bea Cukai Makassar Ditahan KPK

Sebelumnya, viral di media sosial video anak perempuan dan laki-laki meminta bantuan polisi untuk menyelamatkan ibunya yang diduga menjadi korban TPPO di Dubai, Uni Emirates Arab.

Dalam video tersebut, kakak beradik warga Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, mengungkapkan bahwa ibunya menjadi korban TPPO. Anak perempuan dengan mengenakan jilbab mengatakan, jika ibunya menjadi TKW sejak tahun 2022 lalu.

Video: Instagram/@cianjurtoday

Sumber : Okezone

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu