Miliki Saham Mayoritas di Bank NTB Syariah, Keuntungan Pemprov NTB Capai Puluhan Miliar Pertahun

Foto : Kabag Badan Usaha Milik Daerah dan Badan Layanan Umum Daerah, Ahaddi Bohari saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. (Tim)

/Deviden Puluhan Miliar Pertahun Digunakan Untuk Apa ?

Mataram, SIARPOST.COM | Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempunyai saham mayoritas di Bank NTB Syariah dibanding dengan kabupaten-kabupaten lainnya di NTB. Saham Pemprov NTB mencapai Rp400 miliar pada tahun 2023.

Dari saham tersebut, pemprov NTB tentu saja mendapat deviden atau laba per tahun. Berapa sih keuntungan yang diterima pemprov NTB dari jumlah saham tersebut? Simak yuk.

Kabag Badan Usaha Milik Daerah dan Badan Layanan Umum Daerah, Ahaddi Bohari saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, menjelaskan, deviden atau laba yang diterima oleh pemprov NTB dari jumlah saham di Bank NTB Syariah yaitu berupa uang. Namun besarannya setiap tahun fluktuatif atau naik turun tergantung hasil usahanya.

Baca juga : Bank NTB Syariah Serahkan Puluhan Tandon Air Untuk Masyarakat Terdampak Kekeringan di Lombok Utara

“Saham kita saat ini di Bank NTB sekitar Rp400 miliar, setiap tahun deviden nya naik turun,” ujarnya.

Deviden atau laba tersebut disetor ke kas daerah, tambah Ahaddi, tentu penggunaannya ditentukan oleh bagian anggaran akan diarahkan kemana.

“Anggaran yang disetor ke kas daerah dari deviden itu tidak serta merta diarahkan begitu saja, pengambil kebijakan yang akan menentukan tetapi dengan persetujuan DPRD,” jelasnya.

Dari data Biro Ekonomi pemprov NTB, pertumbuhan deviden atau keuntungan dari Bank NTB Syariah pada empat tahun terakhir rata-rata mencapai 10 persen per tahun, walaupun pada tahun 2020 deviden mengalami penurunan.

Baca juga : Dibalik Megahnya Gedung Bank NTB Syariah, Pemprov NTB Serahkan Aset Senilai Rp84 Miliar

Deviden pemprov NTB pada tahun 2018 mencapai Rp43,9 miliar, tahun 2019 deviden naik ke angka Rp48,8 miliar, sementara pada tahun 2020 turun ke angka Rp25,5 miliar.

Dua tahun terkahir angka Deviden kembali naik yaitu pada tahun 2021 deviden atau laba pemprov NTB mencapai Rp41,1 miliar sedangkan pada tahun 2022 terus mengalami kenaikan sehingga mencapai Rp58,9 miliar.

Dijelaskan Ahaddi Bohari, Pemprov pada tahun ini telah menyerahkan penyertaan modal berupa lahan senilai Rp84 miliar untuk menambah modal di Bank NTB Syariah yang saat ini masih membutuhkan modal inti.

“Bank NTB Syariah di tahun 2024 membutuhkan modal inti sekitar Rp3 Triliun. Mau tidak mau kita sebagai pemilik saham di perusahaan tersebut harus mencari cara untuk membantu,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa persoalan Utama Bank NTB saat ini pemenuhan modal inti pada tahun 2024 senilai Rp3 triliun, sementara saat ini modal yang ada dari Pemprov dan seluruh kabupaten di NTB baru mencapai 1,7 triliun. (Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu