DLH KSB Bergerak Cepat Tindaklanjuti Keluhan Sampah di Embung Benete, Turun Lapangan Bersama DPRD

Sumbawa Barat, SIAR POST — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat, Aku Nur Rahmadin, S.Pd., M.Pd, merespons cepat keluhan masyarakat terkait tumpukan sampah yang memenuhi permukaan air embung Batu Bakong, Desa Benete, Kecamatan Maluk.

Saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026), Aku Nur Rahmadin mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan masyarakat sehari sebelumnya dan langsung menindaklanjuti dengan langkah konkret.

DLH KSB dijadwalkan turun langsung ke lokasi bersama anggota DPRD Sumbawa Barat Komisi III, yakni Basuki dan H. Riadi, untuk melakukan pengecekan lapangan.

“Insyaallah hari ini tim DLH KSB akan turun langsung ke lokasi bersama pak dewan dari Komisi III untuk melihat kondisi sebenarnya,” ujar Aku Nur Rahmadin.

Ia menegaskan, respon cepat tersebut merupakan bagian dari komitmen DLH KSB dalam memberikan pelayanan publik yang sigap dan bertanggung jawab, khususnya dalam menangani persoalan lingkungan hidup yang berdampak langsung pada masyarakat.

Menurutnya, peninjauan lapangan penting dilakukan untuk memastikan sumber dan penyebab munculnya sampah di embung tersebut.

Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, DLH dapat menentukan langkah penanganan yang tepat, baik dari sisi teknis maupun kebijakan pengelolaan sampah ke depan.

Sebelumnya, warga Desa Benete sempat mengunggah video kondisi embung Batu Bakong yang memperlihatkan sampah mengapung dan menutupi hampir seluruh permukaan air.

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi mencemari air dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar.

Dalam video tersebut, warga menduga sampah yang menumpuk di embung berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Jajong yang lokasinya tidak jauh dari embung. Sampah diduga terbawa aliran air, terutama saat hujan atau angin kencang.

DLH KSB mengimbau masyarakat untuk tetap berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta melaporkan setiap indikasi pencemaran lingkungan.

Pemerintah daerah, kata Aku Nur Rahmadin, akan terus mendorong kolaborasi antara masyarakat, DPRD, dan OPD terkait demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa Barat.

REDAKSI | SIARPOST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *