Kecelakaan di Jalan Benete Terus Berulang, Tumpahan Batubara dari Truck Diduga Akibat Pengangkutan Tak Patuh SOP

SUMBAWA BARAT, SIAR POST — Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Benete, Kabupaten Sumbawa Barat, Kamis (29/1/2026). Seorang warga asal Maluk mengalami kecelakaan diduga akibat material batu yang tercecer di badan jalan saat proses pengangkutan batu bara menuju kawasan industri.

Berdasarkan informasi warga, material batu tersebut jatuh dari dump truck yang melintas dari arah Benete ke arah Taliwang.

Diduga kondisi tersebut diakibatkan bak belakang kendaraan yang dipaksakan memuat di luar SOP sehingga muatan mudah tumpah dan membahayakan pengguna jalan.

“Jatuhnya bisa jadi karena muatan melebihi kapasitas, jadi batu-batu tumpah di jalan. Bahkan pihak perusahaan juga sudah tidak menempatkan penjaga top and go di sejumlah lokasi rawan kecelakaan,” ujar seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Beruntung, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan luka serius. Korban hanya mengalami luka ringan dan sempat dibawa ke bengkel terdekat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan pihak perusahaan telah memberikan ganti rugi kepada korban, meski nominalnya tidak diketahui secara pasti.

“Katanya memang ada dikasih, tapi saya tidak tahu berapa,” kata warga Maluk tersebut.

Namun, warga menilai kejadian ini bukan peristiwa tunggal. Tumpahan material batu di sepanjang Jalan Benete disebut kerap terjadi dan sudah lama menjadi keluhan masyarakat, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas di jalur tersebut.

“Banyak titik rawan. Saya sendiri sering melihat batu-batu tercecer di jalan,” ungkap warga tersebut.

Warga juga menyoroti sistem pengamanan lalu lintas yang dinilai semakin longgar. Sejumlah titik yang sebelumnya dijaga dengan sistem stop and go kini disebut sudah tidak lagi difungsikan, padahal jalur tersebut merupakan jalur utama pengangkutan material berat.

“Kalau dari Jereweh sampai Labuhan Lalar sekarang sudah tidak ada stop and go. Di Benete juga dikurangi, di Taliwang juga sama. Seharusnya di perempatan depan Polsek Jereweh itu ada petugas karena lalu lintas di situ padat,” ujar warga.

Beberapa titik rawan kecelakaan yang disebut masyarakat antara lain, Tanjakan Benete, Labuhan Lalar, hingga jalur menuju dermaga.

Kondisi ini diperparah dengan kendaraan pengangkut yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan serta muatan yang tidak terkontrol.

Warga menyebut, sebelumnya Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa Barat sempat melakukan penertiban dan memberikan teguran kepada pihak perusahaan agar pengangkutan material tidak melanggar aturan, membahayakan keselamatan publik, maupun merusak lingkungan. Namun, dalam praktiknya, pelanggaran kembali terjadi.

“Kami khawatir kalau dibiarkan seperti ini, keselamatan masyarakat akan terus terancam,” tegas warga.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa Barat yang dikonfirmasi terkait kejadian kecelakaan dan pengawasan pengangkutan material di Jalan Benete belum memberikan tanggapan resmi.

Redaksi | SIAR POST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *