Oleh Arifudin
Suaeb Qury, yang akrab disapa Bang SQ, adalah sosok inspiratif yang lahir dan tumbuh di pinggir pantai Soro, Kabupaten Dompu, NTB. Dari lingkungan yang sederhana, Bang SQ membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi, mengabdi pada masyarakat, dan memberi motivasi bagi generasi muda.
Kisah hidupnya adalah perjalanan luar biasa antara kerja keras, dedikasi, dan komitmen yang teguh terhadap nilai-nilai kebaikan.
Bang SQ memulai kiprah organisasinya sejak mahasiswa dengan aktif di PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).
Ia bukan hanya kader yang berprestasi, tetapi juga dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan PB PMII, menunjukkan kapasitasnya dalam memimpin organisasi mahasiswa tingkat nasional.
“Bang SQ adalah contoh pemimpin yang menginspirasi, karena ia memadukan idealisme dengan aksi nyata,” ujar salah seorang senior PMII.
Pengalamannya di PMII membentuk karakter kepemimpinan yang matang, kemampuan strategis, serta kepedulian terhadap perkembangan generasi muda dan masyarakat luas.
Selain kiprah di PMII, Bang SQ juga aktif di GP Ansor NTB, organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama. Di sini, ia menjabat sebagai Ketua GP Ansor NTB, memimpin berbagai program pengembangan pemuda, membentuk karakter, dan memperkuat solidaritas.
Seorang kolega di GP Ansor mengatakan, “Bang SQ selalu memberi teladan; dia mendengarkan, membimbing, dan memberdayakan pemuda dengan tulus.” Kepemimpinannya bukan hanya tentang posisi, tetapi tentang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Tidak berhenti di organisasi pemuda, Bang SQ juga menorehkan kontribusi besar di Nahdlatul Ulama tingkat provinsi. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris PW NU NTB dan Ketua LTNU NTB, posisi strategis yang membuktikan kemampuannya dalam memimpin, mengelola, dan meneguhkan prinsip-prinsip keagamaan sekaligus kemasyarakatan.
“Integritas Bang SQ di organisasi NU membuat banyak orang yakin bahwa kepemimpinan bisa membawa perubahan positif,” kata salah satu pengurus PW NU NTB.
Selain kiprah organisasi, Bang SQ juga aktif di ranah publik sebagai Komisioner Komisi Informasi NTB, dan kini kembali terpilih untuk periode kedua.
“Bang SQ selalu menjadi suara kejujuran dan transparansi,” puji seorang aktivis masyarakat.
Melalui posisinya, ia memastikan masyarakat mendapatkan akses informasi yang jujur, jelas, dan bermanfaat, terutama di era digital yang menuntut keterbukaan dan kecepatan informasi.
Bang SQ juga produktif sebagai penulis. Hingga kini, ia telah menulis 12 buku yang sebagian besar berisi pengalaman hidup, kisah inspiratif, motivasi, dan nilai moral.
“Buku-buku Bang SQ memberi inspirasi bagi siapa saja yang ingin berkarya dan memberi manfaat,” kata seorang akademisi lokal.
Tulisan-tulisannya menjadi panduan bagi generasi muda untuk belajar, bekerja, dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Yang membuat kisah Bang SQ lebih mengesankan adalah latar belakangnya. Tumbuh di pinggir pantai Soro, Dompu, ia merasakan langsung tantangan kehidupan sederhana. Namun, hal itu tidak membuatnya menyerah.
“Kalau Bang SQ bisa memulai dari pinggir pantai dan sampai di sini, semua orang bisa,” ujar seorang tetangga yang mengenalnya sejak kecil. Dari anak pinggir pantai, ia kini menjadi figur yang memberi teladan tentang kerja keras, integritas, dan kepedulian sosial.
Bang SQ adalah bukti nyata bahwa asal-usul bukan penentu masa depan. Dedikasi, konsistensi, dan semangat untuk memberi manfaat bagi orang lain bisa mengubah siapa pun menjadi inspirasi.
Ia tidak hanya memberi motivasi melalui kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata: memimpin organisasi, menulis buku, dan melayani publik dengan integritas.
Bagi generasi muda NTB, Bang SQ adalah teladan hidup yang menunjukkan bahwa mimpi besar bisa dicapai dengan kerja keras dan ketulusan hati.
Kisahnya mengajarkan bahwa setiap tantangan adalah peluang untuk tumbuh, setiap pengalaman adalah pelajaran berharga, dan setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki dampak bagi masyarakat.
Dari anak pinggir pantai Soro hingga menjadi figur publik yang dihormati, Bang SQ adalah simbol inspirasi, motivasi, dan dedikasi tanpa batas.
Redaksi |














