Operasi Keselamatan Rinjani 2026 Dimulai, Polres Lombok Utara Fokus Tekan Lonjakan Kecelakaan

Lombok Utara,SIARPOST — Lonjakan angka kecelakaan lalu lintas di NTB menjadi alarm serius bagi kepolisian. Merespons kondisi tersebut, Polres Lombok Utara resmi memulai Operasi Keselamatan Rinjani 2026, sebuah operasi yang menitikberatkan pada peningkatan disiplin dan keselamatan berlalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Operasi ini ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin Wakapolres Lombok Utara, KOMPOL Adhika G.W., S.E., M.Si., di Lapangan Tantya Sudhirajati Polres Lombok Utara, Senin (2/2/2026). Apel tersebut melibatkan jajaran Pejabat Utama Polres, personel TNI, personel Polres Lombok Utara, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Melalui Wakapolres, Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. menegaskan bahwa persoalan lalu lintas saat ini semakin kompleks. Pertumbuhan jumlah kendaraan, peningkatan mobilitas masyarakat, hingga hadirnya teknologi transportasi berbasis digital menuntut pendekatan kepolisian yang lebih adaptif dan profesional.

“Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas bersama. Lalu lintas bukan hanya soal aturan, tapi menyangkut nyawa, budaya tertib, dan wajah modernitas suatu daerah,” tegasnya.

Data kecelakaan lalu lintas menjadi latar belakang utama pelaksanaan operasi ini. Berdasarkan catatan IRSMS Ditlantas Polda NTB, sepanjang 2025 terjadi 2.392 kasus kecelakaan lalu lintas, dengan korban meninggal dunia mencapai 350 orang. Angka ini meningkat 11 persen dibandingkan tahun 2024, yang mencatat 2.162 kejadian.

Fakta tersebut, menurut kepolisian, menunjukkan bahwa pendekatan penindakan saja tidak cukup. Diperlukan langkah pencegahan melalui edukasi, penegakan hukum yang konsisten, serta kolaborasi lintas sektor untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam berlalu lintas.

Operasi Keselamatan Rinjani 2026 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Fokus operasi mencakup peningkatan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, penurunan angka kecelakaan, serta penciptaan kondisi aman dan lancar di jalan raya.

Menutup amanatnya, Wakapolres Lombok Utara secara resmi menyatakan dimulainya Operasi Keselamatan Rinjani 2026, dengan harapan kehadiran operasi ini tidak hanya menekan angka kecelakaan, tetapi juga membentuk budaya berlalu lintas yang lebih tertib dan berkeselamatan di wilayah Lombok Utara.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *