Harapan untuk Adira: Bocah Sumbawa Usai Operasi Katup Jantung di RS Sanglah, Keluarga Petani Butuh Uluran Tangan

Foto Adira saat dirawat dan foto bersama ibu nya. (Dok.istimewa)

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"resize":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KONTAK KELUARGA PASIEN : +62 823-3949-1307 / 085-338-979-178

Denpasar, SIARPOST – Harapan besar kini menyelimuti keluarga kecil dari Dusun Pangenyar, Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Seorang anak perempuan bernama Adira tengah berjuang melawan penyakit jantung serius dan saat ini dirawat di RSUP Sanglah Denpasar.

Adira merupakan putri dari pasangan keluarga petani sederhana. Ibunya, Rina, menceritakan bahwa awalnya sang anak mengalami demam berkepanjangan selama hampir satu bulan. Kondisi itu disertai jantung berdebar kencang, sesak napas, dan tubuh yang semakin lemas.

“Awalnya Adira hanya demam. Tapi lama-lama jantungnya berdebar, napasnya susah, dan badannya semakin lemas,” tutur Rina saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).

Khawatir dengan kondisi tersebut, keluarga membawa Adira berobat ke RSUD Sumbawa. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menduga adanya gangguan serius pada jantung Adira. Ia kemudian dirujuk ke rumah sakit rujukan nasional di Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di RSUP Sanglah, dokter mendiagnosis Adira mengalami Mitral Regurgitation (I34.0) atau kebocoran katup jantung mitral. Kondisi ini terjadi ketika katup jantung tidak menutup rapat sehingga darah mengalir kembali dari ventrikel kiri ke atrium kiri saat jantung berkontraksi.

Akibat kondisi tersebut, Adira harus menjalani berbagai tindakan medis seperti rontgen, pemeriksaan darah lengkap, hingga pengobatan jantung intensif. Bahkan, ia baru saja menjalani operasi penggantian katup jantung dan kini masih dalam masa pemulihan dengan luka operasi yang masih diperban.

“Kondisi Adira sekarang masih dalam tahap penyembuhan. Dia masih ada perban karena habis operasi ganti katup jantung dan masih dirawat di RS Sanglah,” kata Rina.

Meski biaya operasi dapat ditanggung melalui program BPJS, perjuangan keluarga Adira belum berakhir. Mereka kini menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan hidup selama menjalani pengobatan di Bali.

Sebagai keluarga petani yang hanya menggarap lahan milik orang lain secara bergantian saat musim kemarau, kondisi ekonomi keluarga Adira sangat terbatas. Sejak sang anak sakit, mereka harus meninggalkan pekerjaan dan fokus mendampingi proses pengobatan.

Keceriaan Adira pun perlahan memudar. Anak yang dulu aktif bermain bersama teman-temannya kini lebih banyak terbaring lemas di kamar rumah sakit. Tubuhnya semakin kurus dan sering menangis menahan rasa sakit.

“Kami hanya keluarga petani yang menumpang mengolah lahan orang. Untuk bertahan lama di Bali sangat berat bagi kami,” ujar Rina dengan suara lirih.

Selama menjalani pengobatan sekitar dua bulan di Bali, keluarga membutuhkan bantuan dana sekitar Rp50 juta. Dana tersebut rencananya digunakan untuk kebutuhan operasional dan transportasi selama di Bali sekitar Rp30 juta, serta Rp20 juta untuk kebutuhan penunjang seperti susu, vitamin, suplemen, dan kebutuhan harian lainnya.

Meski sejumlah kerabat dan sahabat telah membantu semampunya, kebutuhan yang harus dipenuhi masih jauh lebih besar dari kemampuan keluarga. Di tengah kondisi sulit itu, satu hal yang terus menjadi penguat bagi keluarga adalah mimpi sederhana Adira.

Sejak kecil, Adira pernah bercita-cita menjadi pilot pesawat. Orang tuanya berharap suatu hari nanti putri mereka bisa kembali sehat, bersekolah seperti anak-anak lain, dan mengejar mimpi besarnya.

“Kami hanya ingin Adira sembuh dan bisa sekolah lagi seperti dulu. Dia pernah bilang ingin jadi pilot. Kami hanya bisa berdoa semoga Allah mengabulkan cita-citanya,” kata Rina.

Kini, keluarga kecil dari Sumbawa itu hanya berharap uluran tangan dari masyarakat agar mereka mampu bertahan selama proses pengobatan Adira di Bali, hingga sang buah hati benar-benar pulih dan kembali tersenyum.

*Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *