Lombok Utara, SIARPOST– Jalan rusak sepanjang kurang lebih 7 kilometer di Desa Gunjan Asri, Kecamatan Bayan, tak lagi sekadar keluhan warga. Kondisinya yang kian parah kini berubah menjadi desakan politik. Anggota DPRD Lombok Utara, Artadi, menegaskan pemerintah daerah tidak bisa lagi menunda perbaikan infrastruktur yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat tersebut.
Ruas jalan ini bukan hanya jalur penghubung biasa. Ia menjadi akses utama bagi aktivitas pendidikan, pelayanan publik, hingga distribusi hasil pertanian. Setiap hari, ratusan warga, termasuk pelajar dari SD Negeri 1 Gunjan Asri hingga SMA Karya Lotara, harus berjibaku dengan jalan berlubang dan rusak berat.
“Jalan ini kurang lebih 7 kilometer dan kondisinya rusak berat. Kasihan masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang setiap hari melewati jalur ini,” kata Artadi, Kamis (2/4/2026).
Namun dampaknya tak berhenti pada soal kenyamanan. Jalan rusak ini telah menyentuh aspek paling mendasar: keselamatan warga. Artadi mengungkapkan, pernah terjadi seorang warga terpaksa melahirkan di tengah jalan akibat sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan.
“Ini bukan lagi soal nyaman atau tidak. Ini soal keselamatan. Ada warga yang sampai melahirkan di jalan karena akses yang tidak memungkinkan,” tegasnya.
Di sisi lain, sektor ekonomi warga ikut terpukul. Gunjan Asri dikenal memiliki potensi hasil pertanian yang melimpah. Namun, kondisi jalan yang buruk membuat distribusi hasil panen tersendat, berujung pada anjloknya harga jual di tingkat petani.
“Hasil pertanian di sana sangat banyak, tapi karena akses jalan rusak, harga jadi murah. Ini jelas merugikan petani,” ujarnya.
Jalan tersebut digunakan oleh masyarakat dari sembilan dusun dengan intensitas tinggi setiap hari. Dengan potensi ekonomi yang besar, Artadi menilai sudah seharusnya pemerintah daerah menjadikan perbaikan jalan ini sebagai prioritas utama, bukan sekadar wacana tahunan.
Ia pun mendesak agar alokasi anggaran, baik melalui APBD maupun optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), difokuskan pada penanganan titik-titik kerusakan parah.
“Kalau serius, ini bisa dituntaskan. APBD kita ada, PAD juga bisa dioptimalkan. Tinggal kemauan saja,” ujarnya.
Tak berhenti pada kritik, Artadi memastikan akan mengawal langsung persoalan ini ke tingkat eksekutif. Ia berencana berkoordinasi dengan Bupati Lombok Utara serta anggota DPRD dari daerah pemilihan Bayan agar perbaikan jalan Gunjan Asri benar-benar masuk dalam skala prioritas pembangunan.
“Ini akan kami kawal bersama. Saya akan komunikasikan dengan Pak Bupati dan teman-teman DPRD Dapil Bayan agar jalan ini jadi prioritas,” katanya.
Dorongan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan akan menjadi kunci untuk membuka potensi ekonomi desa, khususnya di sektor pertanian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Kini, bola ada di tangan pemerintah daerah: tetap menunda, atau menjawab desakan yang semakin mendesak dari lapangan.(Niss)














