Tidak hanya itu, mereka juga memberikan ultimatum tegas selama 3×24 jam kepada pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menunjukkan langkah konkret, terukur, dan terbuka kepada publik.
Jika tuntutan tersebut tidak direspons, SAMUDRA NTB dan NCW NTB memastikan akan menggelar aksi besar-besaran dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat sipil.
“Aksi ini bukan sekadar protes, tetapi bentuk perlawanan terhadap pembiaran hukum dan ketidakadilan,” tegas mereka.
Gerakan tersebut, lanjutnya, akan menjadi upaya konsolidasi kekuatan rakyat untuk memastikan bahwa hukum benar-benar ditegakkan.
“Ini adalah peringatan terakhir. Jika diabaikan, maka perlawanan adalah keniscayaan,” tutupnya.
Media ini masih mencoba berupaya meminta klarifikasi resmi dari pihak pemerintah Kota Mataram. (Red).














