“Beliau tidak pernah benar-benar berhenti mengajar. Bahkan ketika kondisi fisik menurun, perhatian beliau terhadap santri dan pesantren tetap besar,” ujar Sulhan Syukri salah seorang putra beliau, 12/05/2026.
Sementara itu, pihak Pondok Pesantren Nurul Haramain melalui akun Instagram Media Center Haramain juga menyampaikan bahwa TGH Mustajab Syukri merupakan pejuang, pendidik, perintis, dan salah satu sosok kunci yang mendampingi TGH Muhammad Djuaini Mukhtar dalam perjalanan lembaga tersebut.
Sejumlah santri dan alumni mengenang beliau sebagai pribadi yang lebih banyak bekerja daripada berbicara. Keterlibatan beliau dalam aktivitas harian pesantren, terutama pada masa awal berdiri, menjadi bagian penting dalam pembentukan fondasi Nurul Haramain hingga berkembang seperti saat ini.
Kepergian TGH Mustajab Syukri meninggalkan jejak penting dalam sejarah perkembangan Pondok Pesantren Nurul Haramain. Kontribusi beliau sebagai perintis, pendamping, pendidik, sekaligus pengayom umat menjadi bagian dari perjalanan panjang lembaga tersebut dalam mencetak generasi santri di Lombok dan sekitarnya. (Red)














