MATARAM, NTB (SIAR POST) – Pengadilan Negeri (PN) Mataram akhirnya buka suara terkait kericuhan yang terjadi usai sidang kasus dugaan pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram (Unram), almarhumah Ni Made Vaniradya Puspa Nitra, di PN Mataram, Selasa (12/5/2026).
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah suasana pengadilan mendadak memanas. Ibu korban disebut tidak mampu menahan emosinya dan melabrak meja tim penasihat hukum terdakwa seusai sidang berlangsung.
Keributan dipicu dugaan tindakan salah satu kuasa hukum terdakwa yang dianggap tidak empatik saat menggambarkan adegan korban dalam persidangan tertutup pekan lalu. Keluarga korban menilai tindakan tersebut telah melukai perasaan keluarga dan tidak menghormati penderitaan korban.
Menanggapi viralnya insiden itu, Juru Bicara PN Mataram, Lalu Moh. Sandi Iramaya, S.H., M.H., menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan terjadi di dalam proses persidangan, melainkan di luar sidang.
“Untuk pengamanan sidang, PN sudah menyiapkan petugas internal dan juga dibantu pihak kepolisian. Masalah yang terjadi bukan di dalam persidangan, tetapi antara advokat terdakwa dan keluarga korban di luar sidang,” ujar Sandi saat diwawancarai, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, situasi sempat memanas karena adanya kesalahpahaman terkait ucapan yang disampaikan dalam sidang sebelumnya. Namun, menurutnya persoalan tersebut sudah diselesaikan secara internal.
“Sudah diselesaikan oleh Ketua PN Mataram. Sudah ada permintaan maaf atas ucapan maupun kesalahpahaman yang terjadi,” katanya.
Meski demikian, suasana emosional keluarga korban dinilai wajar mengingat kasus yang sedang bergulir menyangkut kehilangan nyawa anggota keluarga mereka.
Di sisi lain, publik juga menyoroti pentingnya etika dan empati dalam proses pembelaan hukum agar tidak menimbulkan luka baru bagi keluarga korban.
Kasus dugaan pembunuhan mahasiswi Unram di Pantai Nipah sendiri masih terus bergulir di PN Mataram dan menyita perhatian masyarakat luas, termasuk di media sosial.
Berbagai potongan video dan komentar terkait jalannya persidangan ramai diperbincangkan publik dalam beberapa hari terakhir.
Termasuk Hotman Paris. Advokat senior itu menulis dalam status instagram pribadinya, “halo ketua pengadilan Mataram Lombok, pengamanan kurang di sidang?! Tim Hotman 911 terancam demi membela pemuda miskin Radit terdakwa pembunuhan”.
Status itu pun banyak dikomentari oleh netizen. Ada yang pro dan kontra sehingga viral. (Red)














