Shalat Idul Adha di Jantung Pemerintahan, Pemprov NTB Matangkan Persiapan di Lapangan Bumi Gora

MATARAM, SIAR POST — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mematangkan pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah yang akan digelar di Lapangan Bumi Gora, Mataram.

Persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor Gubernur NTB, Jumat (22/5/2026).
Rapat dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Dr. H. Abdul Ghani, M.Si., didampingi Kepala Biro Kesra Setda NTB, H. Amir, S.Pd., M.M. Fokus utama pembahasan yakni memastikan pelaksanaan ibadah berlangsung tertib, aman, nyaman, dan khusyuk.

Pemprov NTB memberi perhatian serius terhadap penataan jamaah, terutama pemisahan shaf laki-laki dan perempuan agar pelaksanaan ibadah lebih tertib. Selain itu, sejumlah antisipasi juga disiapkan jika terjadi cuaca buruk.

“Jika hujan, lokasi Shalat Id akan dipindahkan ke Islamic Center Mataram,” ujar Abdul Ghani dalam arahannya.

Tak hanya itu, seluruh OPD diminta memperkuat koordinasi mulai dari rekayasa lalu lintas, penyediaan toilet dan tempat wudhu portable, pengamanan area, hingga kebersihan sebelum dan sesudah kegiatan.

Satpol PP NTB akan bersinergi bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan dalam pengamanan serta pengaturan mobilitas jamaah. Sementara survei lokasi dan gotong royong pembersihan area dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Kepala Biro Kesra Setda NTB, H. Amir, menjelaskan pemilihan Lapangan Bumi Gora merupakan arahan langsung Gubernur NTB. Menurutnya, pelaksanaan Shalat Id di lapangan terbuka bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi memiliki nilai syariat, dakwah, dan sosial kemasyarakatan yang kuat.

“Lapangan terbuka menjadi simbol syiar Islam yang mampu menghadirkan kebersamaan umat dalam ruang ibadah yang luas,” katanya.

Ia menilai pelaksanaan Shalat Id di pusat pemerintahan menjadi representasi bahwa birokrasi hadir dekat dengan nilai religius masyarakat NTB yang dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid.

Selain menjadi syiar Islam, momentum tersebut juga disebut sebagai simbol kesetaraan sosial. Seluruh elemen masyarakat mulai dari pejabat, ASN, tokoh agama hingga masyarakat umum akan berdiri sejajar dalam satu hamparan sajadah.

“Ini momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus mengingatkan nilai pengorbanan dan pelayanan kepada rakyat,” tambah H. Amir.

Dalam kesempatan itu, Pemprov NTB juga menetapkan petugas Shalat Idul Adha 1447 H dengan Khatib TGH. Muslihuddin Mustaqim, M.Pd.I dan Imam Dr. TGH. Sabaruddin Abdurrahman.

Berbagai instansi pun telah dibagi tugas teknis. Dinas Kominfotik NTB menangani publikasi dan dokumentasi, Dishub mengatur lalu lintas dan parkir, Satpol PP bersama aparat keamanan menjaga ketertiban, sedangkan Dinas LHK bertanggung jawab terhadap kebersihan kawasan Lapangan Bumi Gora. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *