Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, DLHK: NTB Kelola 9,3 Ton Sampah dan Libatkan Ribuan Relawan dalam Aksi Bersih Lingkungan

MATARAM, SIAR POST – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui rangkaian kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Mulai dari aksi bersih lingkungan hingga teleconference nasional, berbagai elemen masyarakat dan pemerintah terlibat dalam upaya memperkuat gerakan lingkungan berkelanjutan.

Kegiatan yang dilakukan pada 6 Juni 2026 ini, diawali dengan aksi kurvei massal di kawasan Jempong–Tembolak sepanjang jalur BIL 1 dan BIL 2. Aksi tersebut melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, UPTD TPAR Kebon Kongok, Balai Laboratorium Lingkungan, Balai KPH Wilayah I, relawan, serta berbagai mitra kerja lingkungan.

Melalui semangat gotong royong, para peserta melakukan pembersihan sampah dan penataan lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan serta kelestarian alam di NTB.

Data DLHK NTB menunjukkan, sepanjang Januari hingga Juni 2026, kegiatan kurvei bersama relawan berhasil mengelola sebanyak 9.342 kilogram sampah.

Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 6.000 kilogram sampah residu dan 3.000 kilogram sampah organik.

Tidak hanya itu, gerakan lingkungan tersebut juga melibatkan 1.262 relawan yang aktif berpartisipasi dalam mendukung program NTB Bersih dan Lestari. Capaian ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan hidup.

Usai aksi bersih lingkungan, kegiatan dilanjutkan dengan teleconference nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang berlangsung di Ballroom Politeknik Pariwisata Negeri Lombok, Praya.

Teleconference tersebut dihadiri Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si., bersama mitra kerja DLHK Provinsi NTB sebagai bentuk dukungan terhadap agenda nasional perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Mulai dari persoalan pengelolaan sampah, pengendalian pencemaran, rehabilitasi lingkungan, hingga penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pemerintah juga menyerahkan penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) kepada sejumlah perusahaan yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam pengelolaan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *