Lomba Kelembagaan Ungkap Transformasi Kelompok Nelayan Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

Lombok Utara, SIARPOST– Lomba Kelembagaan Kelompok Nelayan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara ternyata tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara. Dari proses penilaian yang berlangsung selama sepekan, muncul fakta menarik bahwa kelompok nelayan di Lombok Utara mulai bertransformasi menjadi lembaga sosial-ekonomi yang memberi manfaat nyata bagi anggotanya.

Sebanyak 14 kelompok nelayan dari seluruh wilayah Kabupaten Lombok Utara mengikuti penilaian yang berlangsung sejak 1 hingga 6 Juli 2026. Meski proses penilaian lapangan telah rampung, dewan juri masih melakukan evaluasi sebelum menetapkan para pemenang.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Perikanan DKP3 Kabupaten Lombok Utara, I Putu Hery Suditha, mengatakan lomba tersebut lebih diarahkan sebagai sarana evaluasi dan pembelajaran bersama daripada sekadar menentukan pemenang.Senin 06/07/2026

“Penilaian bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi ruang evaluasi dan pembelajaran bersama bagi kelompok nelayan,” kata Hery.

Melalui tujuh indikator penilaian, mulai dari kinerja usaha, kelembagaan dan kepemimpinan, partisipasi anggota, inovasi, administrasi, kepedulian sosial hingga keikutsertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan dan koperasi, tim juri menemukan banyak praktik baik yang berkembang di tengah komunitas nelayan.

Beberapa kelompok bahkan telah membangun sistem pinjaman berbasis kas kelompok, memberikan santunan kepada anak yatim dan lanjut usia, mengelola penyediaan bahan bakar minyak sebagai sumber pendapatan organisasi, hingga memproduksi alat tangkap secara mandiri untuk dipasarkan kepada nelayan lainnya.

Temuan tersebut menunjukkan perubahan besar dalam fungsi kelompok nelayan. Jika sebelumnya hanya menjadi tempat berkumpul, kini kelompok nelayan mulai berkembang menjadi organisasi yang mampu menopang kebutuhan sosial dan ekonomi anggotanya.

Selain mengidentifikasi praktik-praktik positif, tim penilai juga memetakan berbagai tantangan yang masih dihadapi para nelayan, mulai dari strategi menghadapi musim paceklik dan angin barat hingga penguatan peran kelompok dalam mendukung Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.

Menurut Hery, kekompakan menjadi modal utama yang dimiliki hampir seluruh peserta. Namun, kekompakan tersebut harus ditopang dengan tata kelola organisasi yang baik, kepercayaan antaranggota, serta kemampuan kelompok dalam menjawab kebutuhan anggotanya.

DKP3 juga masih menemukan sejumlah kelemahan yang memerlukan perhatian serius, terutama pada aspek administrasi kelembagaan, kedisiplinan pelaksanaan pertemuan rutin, dan materi pembinaan yang selama ini masih didominasi persoalan teknis penangkapan ikan.

Ke depan, pembinaan kelompok nelayan diharapkan tidak hanya menyentuh sektor perikanan semata, tetapi juga aspek pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, dan penguatan ekonomi keluarga nelayan.

Menariknya, DKP3 juga menyiapkan terobosan baru untuk pelaksanaan lomba pada tahun-tahun mendatang. Kelompok nelayan yang berhasil menjadi juara tiga kali berturut-turut diusulkan menjadi Juri Kehormatan pada penyelenggaraan berikutnya.

Gagasan tersebut lahir dari keyakinan bahwa para nelayanlah yang paling memahami dinamika kehidupan di laut, mulai dari menghadapi cuaca ekstrem, musim paceklik, hingga tekanan ekonomi yang mereka alami sehari-hari.

Bagi DKP3 Kabupaten Lombok Utara, keberhasilan lomba ini bukan diukur dari banyaknya pemenang yang lahir, melainkan dari semakin banyaknya kelompok nelayan yang mandiri, memiliki tata kelola organisasi yang sehat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya secara berkelanjutan.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *