Bupati KLU Terlihat Hadir di KPK, Pemkab Minta Publik Tak Berspekulasi soal TCN

Lombok utara, SIARPOST — Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) akhirnya buka suara terkait kehadiran Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemkab menegaskan, kehadiran orang nomor satu di KLU tersebut berkaitan dengan pemberian informasi mengenai kerja sama penyediaan air bersih dengan PT Tiara Cipta Nirwana (TCN).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) KLU, Hairul Anwar, mengatakan Bupati hadir memenuhi undangan KPK dalam rangka memberikan informasi yang dibutuhkan lembaga antirasuah tersebut.

Menurutnya, proses tersebut berkaitan dengan pengumpulan data dan bahan keterangan mengenai kerja sama penyediaan air bersih di kawasan Gili.

“Pak Bupati hadir untuk memberikan informasi terkait kerja sama dengan PT TCN. Prosesnya sebatas menggali informasi awal mengenai kerja sama penyediaan air bersih, dan hanya sebatas itu, tidak ada hal lain,” kata Hairul, Selasa (15/9/2026).

Hairul menyebut, informasi yang disampaikan Bupati berkaitan dengan proses awal serta mekanisme kerja sama antara Pemkab KLU dan PT TCN dalam penyediaan air bersih.

Ia menilai kehadiran Bupati memenuhi undangan KPK merupakan bentuk sikap kooperatif sebagai warga negara.

“Jadi masyarakat jangan beropini terlalu jauh,” tegasnya.

Klarifikasi tersebut disampaikan Pemkab di tengah kembali mencuatnya persoalan pengelolaan air bersih di Gili Trawangan. Sebelumnya, pasokan air bersih dari PT TCN sempat terhenti dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat maupun sektor pariwisata di kawasan tersebut. Pasokan kemudian kembali dialirkan secara bertahap pada September 2026.

Di sisi lain, persoalan air bersih di Tiga Gili tidak hanya menyangkut keberlangsungan pelayanan, tetapi juga berkaitan dengan aspek kerja sama dan perizinan. Pemkab KLU sebelumnya mendorong penataan regulasi agar pelayanan air bersih di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air memiliki kepastian hukum.

Hairul menegaskan, terlepas dari proses pemberian informasi kepada KPK, Pemkab KLU tetap menempatkan pemenuhan kebutuhan air bersih sebagai persoalan yang harus segera dicarikan solusi.

Terlebih, Tiga Gili merupakan kawasan pariwisata penting di Lombok Utara dengan kebutuhan air bersih yang tidak hanya menyangkut masyarakat setempat, tetapi juga aktivitas pariwisata.

“Pemerintah Daerah sedang berupaya mencari solusi yang terbaik guna memastikan masyarakat di sana mendapatkan akses air bersih yang layak dan dapat terpenuhi secara berkelanjutan, sama seperti masyarakat yang berada di wilayah daratan,” katanya.

Dengan demikian, Pemkab KLU memastikan persoalan air bersih di Tiga Gili tetap menjadi perhatian, sembari proses pemberian informasi terkait kerja sama dengan PT TCN berlangsung.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *