Lombok Utara, SIARPOST – Perayaan Lebaran Topat di Lombok Utara tahun ini dipastikan tak hanya menjadi ajang tradisi dan hiburan, tetapi juga momen krusial dalam menguji ketertiban publik. Lonjakan pengunjung yang diprediksi memadati kawasan pesisir membuat aparat harus bergerak lebih taktis, bukan sekadar hadir secara simbolis.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Utara, Totok Surya Saputra,kamis 26/3/2026, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan sekitar 80 personel untuk mengamankan titik-titik strategis, khususnya kawasan wisata yang menjadi magnet warga saat Lebaran Topat.
“Fokus pengamanan kita ada di lokasi-lokasi yang memang jadi pusat keramaian. Terutama di sepanjang pantai, mulai dari Malaka hingga Pelabuhan Carik Bayan,” ujarnya.
Tak hanya itu, perhatian khusus juga diarahkan pada lokasi perayaan yang menghadirkan hiburan musik, termasuk konser artis lokal Erni. Kehadiran panggung hiburan diperkirakan akan menyedot massa lebih besar, sehingga membutuhkan pengawasan ekstra.
Berbeda dari pola pengamanan biasa, Satpol PP kali ini mengedepankan pendekatan kolaboratif. Mereka menggandeng unsur TNI, kepolisian dari Polres Lombok Utara, hingga satuan pengamanan lainnya untuk memastikan situasi tetap kondusif.
“Karena ini pusat keramaian, kita tidak bisa kerja sendiri. Semua unsur kita libatkan agar pengamanan lebih maksimal,” jelas Totok.
Selain pengamanan langsung di lapangan, koordinasi juga diperluas hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Satpol PP bersama Dinas Pariwisata aktif memberikan imbauan kepada pengelola objek wisata, terutama kelompok sadar wisata (pokdarwis), agar ikut bertanggung jawab menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Namun, Totok menegaskan bahwa kunci utama ketertiban tetap ada di tangan masyarakat. Ia mengingatkan agar perayaan tidak diwarnai hal-hal yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
“Kami minta masyarakat tidak mengonsumsi minuman keras, tidak menyalakan petasan, atau melakukan aksi kebut-kebutan. Itu semua bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.
Perhatian khusus juga ditujukan kepada para orang tua agar lebih waspada mengawasi anak-anak, terutama yang beraktivitas di sekitar pantai.
Dengan potensi keramaian yang tinggi, Lebaran Topat tahun ini bukan hanya tentang tradisi dan rekreasi, tetapi juga tentang sejauh mana semua pihak aparat, pengelola, dan masyarakat mampu menjaga ruang publik tetap aman dan tertib.(Niss)














