Lombok Utara,SIARPOST — Di tengah persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara diam-diam sedang “menyortir” kandidat istimewa: sapi-sapi jumbo yang berpeluang dilirik langsung oleh Presiden sebagai hewan kurban kepresidenan.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), sejumlah sapi unggulan dengan bobot fantastis bahkan menyentuh 1,2 ton telah masuk dalam daftar usulan. Sapi-sapi ini bukan sekadar besar, tetapi juga harus lolos standar ketat, mulai dari kesehatan hingga kondisi fisik yang prima.
Kepala DKP3 Lombok Utara, Tresnahadi, mengungkapkan bahwa proses ini bukan ajang pamer ternak biasa. Ada tahapan seleksi berlapis yang dimulai dari daerah, lalu naik ke provinsi, hingga akhirnya diputuskan di tingkat pusat.
“Beratnya bervariasi, dari 900 kilogram sampai 1,2 ton. Semua sudah kami data dan kirim ke provinsi untuk diteruskan ke pusat,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Namun, di balik bobot yang mengesankan itu, nasib sapi-sapi tersebut sepenuhnya ditentukan oleh tim kepresidenan. Pemerintah daerah, kata Tresnahadi, hanya berperan sebagai penghubung bukan penentu akhir.
Yang menarik, proses ini tak hanya soal memilih sapi terbaik. Pemerintah daerah juga memastikan para peternak siap menghadapi proses administratif yang tak kalah penting, mulai dari kelengkapan dokumen hingga kesiapan rekening bank untuk transaksi.
“Kami ingin semua berjalan rapi dan transparan. Kalau sapinya terpilih, peternaknya juga harus siap secara administrasi,” tegasnya.
Di Lombok Utara, peluang ini bukan sekadar urusan kurban. Bagi para peternak, ini adalah panggung prestise sekaligus peluang ekonomi. Sapi yang terpilih bukan hanya akan disembelih sebagai bagian dari ibadah, tetapi juga menjadi simbol kualitas peternakan lokal yang mampu bersaing di level nasional.
Dengan bobot yang bisa menyaingi ukuran kendaraan kecil, sapi-sapi dari Lombok Utara kini tak hanya dipelihara mereka sedang dipersiapkan untuk tampil di “panggung” paling bergengsi: kurban Presiden.(Niss)














