Niat Minta Bantuan ke Seorang Kades di Lombok, Eh Malah Dimintai Foto Bugil, Ini Pengakuan Korban

 

MATARAM, SIARPOST | Seorang Wanita Asal Lombok, Alia mengaku dimintai foto bugil oleh seorang oknum Kepala Desa Ungga, Praya Barat Lombok Tengah. Awalnya Alia hendak ingin meminta bantuan kepada Kades tersebut untuk memulangkannya dari Arab Saudi menjadi TKW.

Bukannya mendapat respon baik malah Kades Ungga tersebut malah meminta dikirimkan oleh Alia foto telanjang nya.

Hal ini diungkap oleh Alia dalam sebuah klarifikasi melalui video call WhatsApp bersama seorang jurnalis yang diunggah ke sebuah channel YouTube, pada Jumat (10/2/2023).

Baca juga : Timsus Elang Polsek Woja Gagalkan Penyeludupan Ratusan Botol Miras Tujuan Lakey Dompu

Dalam rekaman video akun YouTube yang berdurasi 10.30 detik tersebut Alia memberikan klarifikasi kepada seorang jurnalis, Alia mengaku bahwa benar Kades tersebut meminta foto bugilnya.

“Niatnya aku minta bantuan ke Kades itu melalui telepon agar dia bisa memulangkan aku dari Arab Saudi karena anak ku sakit paru-paru,” kata Alia.

Alia mengaku, percakapan Alia dengan Kades tersebut tidak berlangsung lama karena pelaku meminta foto Alia yang sedang tidak mengenakan pakaian. Alia pun mematikan telpon karena percakapan pelaku mengarah ke perbuatan mesum.

“Gak nyaman banget dia chat-chat aku begitu, kemudian dia telpon aku beberapa kali tapi aku gak angkat lagi. Memang aku yang chat pertama minta bantuan tapi di bawah-bawahnya aku gak suka aja otaknya mesum,” kata Alia.

Alia mengaku udah sejak lama mengenal Kades tersebut, bahkan pelaku sering menggoda Alia. “Udah dari dulu dia genit sama aku,” kata Alia.

Diceritakan Alia, pelaku sempat mengelak perbuatannya, pelaku mengatakan ke Alia bahwa chat tersebut salah kirim. Namun Alia tidak percaya karena pelaku sering menggoda Alia sejak dulu.

Baca juga : Perkuat Implementasi SPM Pendidikan, Ketua DPRD Turun Lapangan Ke SDN Marente Beru

Alia, wanita muda yang mengaku menikah di usia 14 tahun ini ingin sekali pulang karena anak nya yang berusia 3 bulan yang ia tinggalkan di kampung saat ini sakit-sakitan.

Saat ditanya apakah mau dilaporkan ke Polisi? Alia menjawab, sementara tidak akan dilaporkan ke polisi, ia hanya ingin pelaku tidak mengganggunya lagi dan memperbaiki perilaku nya sebagai seorang kepala desa yang menjadi panutan masyarakat.

Dalam percakapan dengan jurnalis melalui video call WhatsApp tersebut, Alia mengaku ingin sekali pulang, ia sempat kabur tetapi ditemukan oleh majikannya sehingga ia dibawa ke kantor perusahaan yang menerbangkannya ke luar negeri.

“Tolong, saya sangat ingin pulang, kasihan anak saya sakit paru-paru,” kata Alia dalam percakapan tersebut.

Video call Alia bersama jurnalis yang diunggah di media sosial tersebut sudah ditonton oleh ratusan orang dengan durasi 10.30 detik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *