Belum Dikonfirmasi, Surfing Kelas Dunia Lakey Dompu 2023 Apakah Gagal?

 

Mataram, SIARPOST | Event Surfing kelas dunia atau World Surf League (WSL) yang masuk dalam kalender event pariwisata NTB dan direncanakan digelar di Lakey Kabupaten Dompu pada 27 – 02 Oktober 2023 mendatang berpotensi gagal.

Pelaksanaan event WSL itu akan gagal dilaksanakan jika pemprov NTB tidak melakukan konfirmasi pendaftaran pelaksanaan selambat-lambatnya pada 01 April 2023 mendatang kepada Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI).

“Jika sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada konfirmasi, maka Surfing Lakey Dompu akan dicoret dari agenda WSL tahun 2023,” tulis PB PSOI dalam surat pemberitahuannya tertanggal 16 Maret 2023.

Merespon surat tersebut, Anggota DPRD Dompu, Muttakun mengatakan bahwa pemprov NTB dalam hal ini Gubernur NTB hanya memberi harapan tidak pasti kepada kemajuan pariwisata Kabupaten Dompu.

Baca juga : Ketua DPRD Sumbawa Tekankan Permasalahan Strategis di Musrembang 

“Mana peran Pemprov NTB untuk memajukan pariwisata Lakey? Jadi percuma ada Gubernur yang memimpin dan menyelenggarakan pemerintahan ketika tidak mampu menjadi trigger bagi tumbuh dan berkembangnya pariwisata yang menjadi kawasan strategi provinsi,” ujar Muttakun.

Muttakun mengatakan, melihat surat yang dikirim PB PSOI dan komentar Dispar Dompu maka ia yakin Pemprov NTB tidak menyediakan anggaran khusus untuk event WSL di Lakey. Ia meyakini bahwa event tersebut berpotensi gagal dilaksanakan.

“Gubernur NTB memang memberi harapan doang kepada Pemda dan masyarakat Dompu,” ujar Muttakun yang merasa kecewa karena WSL sampai saat ini belum juga didaftarkan ke PB PSOI.

Mestinya kalau sudah masuk kalender event pariwisata NTB, tambah Muttakun, persiapan penataan Lakey sudah harus dilakukan, namun hingga kepastian penetapan event WSL ternyata  belum ada.

“Apakah mungkin melaksanakan event WSL di Lakey tanpa sebelumnya menyiapkan sarana prasarana pendukung untuk suksesnya event ini,” kata Muttakun.

Baca juga : Dijanjikan Proyek, Seorang Pengusaha Ditipu Rp1 Miliar Oleh Seseorang Mengaku Stafsus Gubernur

Karena kondisi Lakey saat ini hancur, jika event WSL akan digelar tanpa menata dan mempercantik lokasi, maka bukannya mempromosikan keindahan Lakey di mata dunia melainkan mempertontonkan buruknya kondisi pariwisata NTB dalam hal ini pantau Lakey.

Menurut Muttakun berbagai rencana yang sudah disampaikan oleh Gubernur NTB di hadapan Pemda dan masyarakat Dompu sering berakhir tragis.

“Inilah masalah utama yang kita hadapi dalam membangun daerah dimana ada kewenangan Gubernur NTB dengan tanggung jawabnya sebagai pemimpin NTB dan sebagai wakil pemerintah pusat.

Menanggapi persoalan tersebut, Sekda Dompu, Gatot Gunawan, mengatakan, Kadis Budpar akan berkoordinasi dengan Pemprov karena WSL Lake sudah masuk dalam kalender event WSL.

“Saat ini Budpar dan Bappeda sedang fokus lengkapi dokumen Readines Criteria (RC) untuk mendapatkan kembali DAK fisik tematik pariwisata untuk TA 2024. Hari ini sudah harus diterima pusat, sebagai tindak lanjut hadirnya Pak Harwan Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf,” ujar Sekda.

Untuk diketahui, dua kegiatan pariwisata yang masuk di dalam kalender event pariwisata NTB yaitu Festival Tambora menyapa dunia yang akan digelar pada Bulan April 2023 dan di bulan September 2023 event surfing kelas dunia atau WSL di pantai Lakey.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pariwisata NTB belum menjawab perihal WSL tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu