Lombok Utara, SIARPOST– Rangkaian Safari Ramadhan Tingkat Kabupaten Lombok Utara resmi ditutup di Masjid Darussalam, Dusun Karang Langu. Namun, penutupan agenda rutin tersebut tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum ini justru dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga harmoni di tengah potensi perbedaan yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, secara khusus menyoroti kemungkinan adanya perbedaan penetapan 1 Syawal antara pemerintah pusat dan sebagian organisasi kemasyarakatan (ormas). Ia menegaskan, perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat.
“Kita harus tetap saling menghargai jika terjadi perbedaan penetapan hari raya. Pada dasarnya, kita semua memiliki tujuan yang sama dalam beribadah,” ujarnya.
Selain isu Lebaran, Najmul juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga semangat toleransi antarumat beragama. Pasalnya, dalam waktu dekat umat Hindu di Lombok Utara akan menggelar pawai Ogoh-Ogoh yang dilanjutkan dengan perayaan Hari Raya Nyepi keesokan harinya.
Menurutnya, situasi tersebut menjadi ujian sekaligus pengingat bahwa Lombok Utara adalah rumah bersama bagi berbagai pemeluk agama.
“Lombok Utara adalah rumah besar bagi pemeluk tiga agama, ada Islam, Hindu, dan Buddha. Mari kita sama-sama menjaga toleransi serta keharmonisan bersama,” imbuhnya.
Ia menilai kerukunan yang selama ini terjaga di Lombok Utara bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari kesadaran kolektif masyarakat yang terus menjunjung tinggi nilai toleransi.
“Lombok Utara didiami oleh tiga pemeluk agama besar. Namun, tidak pernah terjadi konflik karena masyarakatnya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.
Tingginya tingkat toleransi tersebut bahkan membuat Lombok Utara enam kali berturut-turut meraih penghargaan sebagai Kabupaten Peduli Kerukunan Umat Beragama. Bupati menegaskan, capaian tersebut bukan semata milik pemerintah, melainkan hasil kerja bersama seluruh lapisan masyarakat yang menjaga kondusivitas daerah.
“Saya berharap predikat ini terus dipertahankan sebagai jati diri warga KLU,” katanya.
Di penghujung pernyataannya, Najmul juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait rencana penataan wilayah di pusat kabupaten. Pemerintah daerah saat ini tengah mengikhtiarkan pembentukan Kelurahan Tanjung guna memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Kami sedang memetakan cakupan wilayah untuk kelurahan tersebut. Perlu dicatat, keberadaan Desa Tanjung akan tetap kita pertahankan, sehingga nantinya akan ada pembagian peran yang lebih spesifik dalam pelayanan masyarakat,” pungkasnya.(Niss)














