Lombok Utara,SIARPOST– Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Utara terus dievaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan para siswa. Dalam rapat koordinasi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, para pengelola program menyoroti pentingnya perbaikan fasilitas dapur, standar kebersihan, hingga pengawasan kualitas makanan.
Koordinator Wilayah MBG Lombok Utara, Adi Pratama, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat koordinasi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program yang selama ini berjalan.
Menurutnya, program MBG bukan sekadar kegiatan rutin pembagian makanan, tetapi juga bagian dari upaya bersama memastikan hak penerima manfaat terpenuhi dengan baik.
“Agenda ini untuk mempererat persaudaraan sekaligus mengevaluasi kegiatan kita pada program makan bergizi gratis,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat distribusi MBG akan memasuki masa jeda karena libur sekolah. Penyaluran makanan terakhir dijadwalkan pada 16 Maret 2026, dan akan kembali dilanjutkan pada 31 Maret 2026.
Masa transisi libur tersebut, kata dia, akan dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh, terutama pada aspek dapur penyedia makanan.
“Dalam masa libur ini kita fokus mengevaluasi dapur, fasilitas, kebersihan dan hal lain agar pelaksanaan ke depan bisa lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Utara, M. Najib, mengungkapkan capaian program MBG di daerah tersebut sudah menjangkau sekitar 75 persen siswa.
Angka itu dinilai cukup signifikan, mengingat program tersebut menuntut standar gizi dan higienitas yang ketat sebelum makanan didistribusikan kepada para siswa.
“Saya bangga bisa berada di tengah orang-orang tangguh yang bekerja keras memastikan makanan sampai ke siswa dalam kondisi higienis dan memenuhi standar gizi,” katanya.
Ia berharap dalam waktu dekat seluruh siswa di Lombok Utara bisa menjadi penerima manfaat program tersebut sesuai target nasional.
Meski secara umum berjalan baik, Najib mengakui tetap ada beberapa catatan kecil yang harus diperbaiki. Ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas agar tidak muncul kasus seperti keracunan makanan yang bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.
“Secara umum manfaatnya sudah dirasakan para siswa. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi kasus-kasus yang bisa mencoreng program ini,” ujarnya.
Dari sisi pengawasan kesehatan, perwakilan Dinas Kesehatan Lombok Utara menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis pemerintah yang berperan penting dalam meningkatkan status gizi anak serta menekan angka stunting.
Karena itu, pengelola dapur dan penjamah makanan diminta disiplin menjalankan seluruh standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Dinas Kesehatan bahkan menekankan slogan utama dalam pelaksanaan program tersebut, yakni “MBG Aman dan Berkualitas.”
“Tidak hanya enak, yang paling penting makanan itu aman dan berkualitas. Semua harus mengikuti SOP yang ada, dan kepala dapur harus melakukan quality control,” tegas perwakilan Dinas Kesehatan.
Melalui evaluasi berkala dan penguatan koordinasi lintas sektor, pemerintah daerah berharap program MBG di Lombok Utara dapat berjalan lebih optimal serta menjangkau seluruh siswa sebagai penerima manfaat.(Niss)














