Pemprov NTB Turunkan Bantuan Hari Ini ke Korban Kebakaran Alas, Total Logistik Capai Ratusan Juta

Kadis Kominfotik NTB (dok. Suarantb)

SUMBAWA, NTB (SIAR POST) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, saat dikonfirmasi pada Rabu (25/3/2026) menegaskan bahwa bantuan dari pemerintah provinsi sudah mulai didistribusikan dan pada hari ini bantuan sudah diterbangkan ke warga terdampak.

“Sejak awal kejadian, BPBD dan Dinas Sosial sudah diperintahkan turun. Hari ini juga bantuan terus ditambah dan didistribusikan kepada warga terdampak, bantuannya sedang dalam perjalanan,” ujarnya.

Berdasarkan dokumen resmi Berita Acara Serah Terima Barang dari Dinas Sosial P3A Provinsi NTB, bantuan logistik yang disalurkan ke Kabupaten Sumbawa untuk penanganan bencana kebakaran mencapai total nilai Rp143.994.900.

Bantuan tersebut meliputi berbagai kebutuhan dasar dan perlengkapan darurat, seperti makanan siap saji, paket makanan anak, tenda gulung, perlengkapan keluarga (family kit), kasur, selimut, hingga sandang untuk dewasa dan anak-anak.

Selain itu, pada hari yang sama juga terdistribusi bantuan langsung dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang dikoordinasikan oleh Dinas Sosial P3A Provinsi NTB bersama Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa.

Bantuan dari Kemensos tersebut menyasar 35 kepala keluarga (KK) terdampak kebakaran dengan rincian sebagai berikut:

A. Sembako (35 Paket):
Beras premium 5 kg total 175 kg
Minyak goreng 1 liter sebanyak 35 pouch
Kecap manis 35 botol
Saus 35 botol
Mie instan 175 bungkus
Biskuit 35 pcs
Sarden 35 kaleng
Goodie bag 35 pcs

B. Perlengkapan Sekolah:
Seragam sekolah 35 stel
Tas 35 pcs
Sepatu 35 pasang
Buku tulis 35 pack
Pulpen 35 pcs
Pensil 35 pcs

Ahsanul Khalik menegaskan bahwa pemerintah tetap hadir dalam penanganan bencana, meskipun sebelumnya sempat muncul polemik di masyarakat terkait bantuan Rp550 ribu per KK yang viral di media sosial.

Ia kembali menekankan bahwa bantuan tersebut bukan berasal dari pemerintah provinsi, melainkan dari swadaya masyarakat di Sumbawa.
“Yang dari pemerintah jelas ada dan nilainya jauh lebih besar, serta disalurkan dalam bentuk logistik dan kebutuhan langsung warga,” tegasnya.

Diketahui, kebakaran hebat yang terjadi pada Minggu (22/3/2026) dini hari itu menghanguskan sedikitnya 31 rumah warga di Desa Kalimango.
Sebanyak 35 KK terdampak dan saat ini membutuhkan bantuan berkelanjutan untuk pemulihan.

Pemerintah berharap distribusi bantuan yang terus dilakukan dapat meringankan beban para korban sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *