SPBU Pemenang Kembali Beroperasi, Warga Desak Tanjung dan Kayangan Segera Menyusul

Lombok Utara, SIARPOST – Setelah lebih dari sepekan masyarakat Lombok Utara menghadapi kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), SPBU Pemenang akhirnya kembali beroperasi sejak Kamis (23/4). Dibukanya kembali SPBU yang berada di Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang itu menjadi angin segar, terutama bagi nelayan dan pedagang BBM eceran yang selama ini terdampak langsung.

Namun, harapan masyarakat belum sepenuhnya terjawab. Dari tiga SPBU yang sempat berhenti beroperasi pasca eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri Mataram pada 15 April lalu, baru SPBU Pemenang yang kembali melayani pembelian BBM. Sementara SPBU Tanjung dan SPBU Kayangan masih tutup dan belum ada kepastian kapan akan dibuka.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pengelolaan SPBU Pemenang kini berada langsung di bawah kendali Pertamina. Salah seorang petugas di lokasi menyebutkan, operasional baru dilakukan di satu titik tersebut, sedangkan dua SPBU lainnya masih menunggu arahan lanjutan.

“Baru SPBU Pemenang yang dioperasikan. Untuk SPBU Tanjung dan Kayangan kami belum ada perintah,” ujarnya Jumat 24/04/2026

Kondisi ini membuat masyarakat, khususnya yang bergantung pada distribusi BBM harian, masih belum bisa bernapas lega. Aktivitas ekonomi di wilayah utara sempat terganggu karena pasokan BBM tersendat, terutama bagi nelayan yang membutuhkan solar untuk melaut.

Sekretaris Daerah Lombok Utara, Sahabudin, mengatakan pemerintah daerah telah bergerak cepat dengan berkoordinasi langsung bersama Pertamina. Bahkan, Pemda KLU telah melayangkan surat resmi sebagai bentuk desakan agar tiga SPBU tersebut segera kembali beroperasi.

Dalam surat itu, Pemda mengusulkan agar pengelolaan sementara dilakukan langsung oleh Pertamina, mengingat kondisi mendesak yang dirasakan masyarakat.

“Karena Pertamina memiliki kewenangan penuh, mereka langsung melakukan mitigasi di tiga SPBU. Dari mitigasi itu nanti diputuskan apakah akan dikelola langsung atau tidak,” jelas Sahabudin.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena dampaknya sudah mulai terasa luas. Selain nelayan, pelaku usaha kecil seperti pengecer BBM juga mengalami tekanan akibat tersendatnya distribusi.

Siska, salah seorang pedagang BBM eceran, mengaku sempat kehabisan stok selama dua hari terakhir karena sulit mendapatkan suplai. Kondisi itu membuat usahanya nyaris berhenti total.

Ia mengaku lega setelah SPBU Pemenang kembali dibuka, meski berharap dua SPBU lainnya juga segera menyusul agar distribusi kembali stabil.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada yang buka, jadi kami bisa berharap pasokan kembali normal,” katanya.

Kini, masyarakat menunggu langkah lanjutan Pertamina terhadap dua SPBU yang masih tutup. Sebab selama SPBU Tanjung dan Kayangan belum beroperasi, kekhawatiran akan kelangkaan BBM masih terus membayangi.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *