Namun, terdapat pula warga yang bersikap lebih hati-hati. “Jangan sampai opini publik mendahului proses hukum,” kata warga lainnya.
Perbedaan pandangan tersebut mencerminkan bahwa isu korupsi tetap menjadi perhatian publik, sekaligus menimbulkan kekhawatiran terkait pentingnya menjaga keadilan prosedural.
Fenomena penggalangan petisi di ruang terbuka seperti Taman Udayana menunjukkan bahwa ruang publik kini juga menjadi sarana artikulasi politik warga. Tanpa atribut seragam dan tanpa komando terpusat, aksi tersebut tetap mencerminkan adanya keresahan bersama yang diterjemahkan menjadi tekanan moral.
Bagi KEPAK NTB, setiap tanda tangan merupakan bentuk partisipasi masyarakat. Bagi sebagian warga, hal itu menjadi ekspresi harapan, sementara bagi yang lain merupakan bentuk kehati-hatian dalam menyikapi isu yang berkembang.
Menjelang siang, kain putih tersebut hampir penuh oleh tanda tangan berwarna merah yang saling berlapis, menandai jejak aspirasi publik yang kian menguat. (JD09)














