Pulau Sumbawa Bersiap Lumpuh? Aliansi PPS Umumkan Demo Akbar Mei 1026 di 5 Titik Vital, Ini Peta Aksinya

Sumbawa, SIAR POST — Pulau Sumbawa bersiap menghadapi gelombang aksi besar. Presidium Aliansi Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) secara resmi memutuskan menggelar aksi akbar serentak pada 26 Mei 2026 di lima titik strategis yang menjadi urat nadi mobilitas dan ekonomi wilayah tersebut.

Presiden Aliansi PPS, Muhammad Sahril Amin Dea Naga, saat diwawancarai mengatakan, keputusan ini diambil dalam rapat teleconference internal presidium pada Minggu malam (26/4/2026), yang menghasilkan kesepakatan bulat untuk mengonsolidasikan kekuatan massa di lokasi-lokasi kunci.

Lima titik yang akan menjadi pusat aksi meliputi:

  • Gate PT Amman Mineral Nusa Tenggara
  • Pelabuhan Poto Tano
  • Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa Besar
  • Simpang Bandara Sultan Salahuddin Bima
  • Pelabuhan Sape

“Langkah ini, kami anggap sebagai eskalasi serius dari perjuangan panjang PPS yang kini memasuki fase penentuan di tahun 2026,” tegas Sahril.

Aksi Terukur, Tapi Berpotensi Lumpuhkan Mobilitas

Selain lima titik utama, hasil diskusi lanjutan dengan Dewan Pembina Presidium PPS juga memetakan empat zona strategis pergerakan massa, mulai dari wilayah barat hingga timur Pulau Sumbawa, termasuk kawasan Benete, Tano, Nanga Tumpu, hingga Sape.

“Konfigurasi ini menunjukkan bahwa aksi kami tidak hanya simbolik, tetapi dirancang untuk memberi tekanan nyata, terutama pada jalur transportasi laut, udara, dan akses logistik,” tegasnya lagi.

Aliansi PPS bahkan telah mengeluarkan maklumat kepada masyarakat agar mengantisipasi potensi gangguan perjalanan saat aksi berlangsung.

Sinyal Kekecewaan: Diskusi Formal Tersendat

Keputusan turun ke jalan dalam skala besar ini juga menjadi sinyal bahwa jalur formal dinilai belum memberikan kepastian yang diharapkan.

Dalam rapat tersebut ditegaskan, jika ruang diskusi publik yang difasilitasi pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, kembali tertunda, maka opsi lanjutan telah disiapkan secara matang oleh presidium.

“Artinya, aksi 26 Mei bukan sekadar demonstrasi biasa, melainkan bagian dari skenario tekanan politik yang lebih luas,” ujarnya dengan nada tegas.

Puncak dari Rangkaian Panjang Perjuangan

Aksi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian panjang gerakan PPS sejak 2025, mulai dari aksi di Poto Tano, konsolidasi lintas daerah, hingga manuver politik di Jakarta melalui audiensi dengan pemerintah pusat dan DPR RI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *