Pemkot Mataram Intensifkan Pengawasan LPG 3 Kg, Siapkan Pemetaan Pangkalan agar Stok Merata

Dinas Perindag dan tim Bagian Ekonomi Setda Kota Mataram turun cek LPG 3 KG. (Dok. Istimewa).

Mataram, NTB (SIAR POST) | Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Perdagangan bersama Bagian Ekonomi Setda terus melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi LPG 3 kilogram guna memastikan ketersediaan dan harga tetap sesuai ketentuan. Langkah ini dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait kelangkaan LPG di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Barang Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, menegaskan bahwa pihaknya rutin turun langsung ke lapangan untuk memantau distribusi dari agen hingga pangkalan.

“Kami bersama tim gabungan Bagian Ekonomi Setda Kota Mataram rutin melakukan pemantauan dan menerima laporan dari staf terkait kondisi di lapangan,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan terbaru, distribusi LPG dinyatakan berjalan lancar tanpa kendala pasokan. Namun, pemerintah tetap mengambil langkah antisipatif agar distribusi lebih tepat sasaran.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengimbau pangkalan untuk mengutamakan penjualan kepada rumah tangga dibanding pengecer.

“Kami minta pangkalan mendahulukan kebutuhan masyarakat langsung. Pengecer dibatasi agar semua bisa kebagian,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk membeli LPG langsung di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai HET, yakni Rp18 ribu per tabung.

Tak hanya itu, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah strategis berupa pemetaan ulang lokasi pangkalan LPG di Kota Mataram.

Saat ini, terdapat 399 pangkalan dan 11 agen yang tersebar di wilayah tersebut. Namun, sebarannya dinilai belum merata.

“Kami akan lakukan mapping agar pangkalan lebih merata di setiap kelurahan, sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan LPG,” katanya.

Rencana ini juga akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi bersama Asisten II Setda dan para agen LPG.

Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk mematikan usaha pengecer, melainkan untuk memastikan distribusi lebih adil dan harga tetap terkendali.

Di sisi lain, masyarakat diminta tidak melakukan panic buying karena stok LPG sebenarnya tersedia sesuai kuota.

“Kami terus berupaya agar distribusi tetap lancar dan masyarakat tidak panik. Kunci utamanya ada pada pemerataan dan pola konsumsi,” tutup Sri Wahyunida. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *