Sumbawa Barat, SIAR POST – Rencana kegiatan diskusi sekaligus nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang digagas Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akhirnya dibatalkan setelah mendapat penolakan dari sejumlah warga sekitar.
Kegiatan yang sedianya berlangsung di Sekretariat HMI KSB, Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Selasa malam (12/5), itu batal digelar usai adanya keberatan dari masyarakat yang disampaikan melalui Ketua RT setempat.
Sebelum acara dimulai, Ketua RT mendatangi lokasi kegiatan dan meminta panitia untuk tidak melanjutkan agenda nobar tersebut. Selain karena adanya penolakan warga, pihak RT juga menyampaikan bahwa panitia belum memberikan pemberitahuan kepada lingkungan sekitar terkait pelaksanaan kegiatan.
Menanggapi hal itu, pihak HMI KSB mempertanyakan dasar aturan yang mengharuskan organisasi melaporkan kegiatan internal kepada RT.
Senior HMI KSB, Mustaqim Patawari, menegaskan bahwa selama ini mekanisme yang dipahami organisasi hanya berupa pemberitahuan kepada aparat keamanan demi menjaga ketertiban kegiatan.
“Tunjukkan kepada kami aturan yang mengharuskan laporan ke RT ketika ada kegiatan,” ujar Mustaqim.
Ia juga menilai keberatan tersebut disampaikan secara mendadak, padahal sekretariat HMI KSB selama ini sudah beberapa kali digunakan untuk kegiatan organisasi tanpa adanya persoalan serupa.
Selain itu, Mustaqim turut menyoroti alasan kondusivitas lingkungan yang dijadikan dasar penolakan kegiatan. Menurutnya, apabila ketertiban lingkungan benar-benar menjadi perhatian bersama, maka aktivitas negatif lain di sekitar wilayah tersebut juga seharusnya ikut ditertibkan.
“Kalau RT mau peduli soal kondusivitas, seharusnya tempat-tempat yang ada aktivitas negatif juga ditertibkan,” katanya.
Sementara itu, Ketua HMI KSB saat hubungi, Rabu (13/5/2026) juga menyampaikan kekecewaannya atas pembatalan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembungkaman ruang diskusi dan kebebasan berekspresi kembali dipertontonkan melalui penghalangan agenda nobar dan diskusi ilmiah tersebut.
“Kami dari HMI sangat menyayangkan adanya intervensi serta penghalangan kegiatan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi. Tindakan ini mencederai semangat demokrasi dan kebebasan berpikir di ruang akademik maupun ruang publik,” tegasnya.
Ia menilai kegiatan nobar dan diskusi bukanlah ancaman, melainkan bagian dari tradisi intelektual mahasiswa untuk membuka ruang dialog kritis terhadap realitas sosial di tengah masyarakat.
“Tradisi diskusi dan berpikir seperti ini harus terus dilestarikan, bukan justru ditekan dan diintimidasi. Kami dijamin undang-undang,” lanjutnya.
Menurut HMI KSB, pembatalan kegiatan tersebut menjadi preseden buruk bagi kebebasan akademik dan demokrasi. Mereka menegaskan bahwa kritik serta kajian ilmiah tidak seharusnya dibungkam melalui tekanan ataupun intimidasi.
Di lokasi kejadian, sempat berlangsung diskusi cukup panjang antara panitia, Ketua RT, serta personel dari Kodim 1628/Sumbawa Barat yang hadir untuk menjaga keamanan dan kelancaran situasi.














