NTB Care Bantu Warga Desa Jia Akses Perawatan Kesehatan Jiwa dan Pertemukan Keluarga yang 20 Tahun Hilang Kontak

Bima, NTB (SIAR POST) – Layanan NTB Care kembali membuktikan perannya sebagai solusi cepat bagi warga Nusa Tenggara Barat. Seorang warga Desa Jia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima yang mengalami gangguan jiwa dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB pada 9 Mei lalu. Kini kondisinya sudah pulih dan dijadwalkan akan dipulangkan kembali ke desa.

Tidak hanya itu, tahun lalu NTB Care juga memfasilitasi pemulangan seorang warga Desa Jia yang 20 tahun hilang kontak setelah berangkat menjadi TKI ilegal ke China.

Berkat koordinasi dan penelusuran melalui jalur NTB Care, yang bersangkutan akhirnya bisa kembali berkumpul dengan keluarga tercinta di desa.

Kepala Desa Jia Syukri H Mansyur menyampaikan apresiasi atas respons cepat NTB Care dalam melayani warganya. Menurutnya, layanan ini masih bisa diakses oleh setiap warga Nusa Tenggara Barat tanpa terkendala lokasi dan jenis masalah.

“Hari ini NTB Care masih bisa tetap melayani dan diakses oleh setiap warga Nusa Tenggara Barat. Kami di desa hanya memfasilitasi, tapi yang bekerja cepat menghubungkan warga ke rumah sakit dan membantu proses pemulangan warga dari luar negeri adalah sistem NTB Care,” ujar Syukri H Mansyur.

Ia menjelaskan, kehadiran NTB Care membuat warga di desa tidak bingung lagi ketika menghadapi kondisi darurat kesehatan, maupun masalah sosial yang kompleks. Pemerintah desa cukup mendampingi, sementara penanganan dan rujukan ditangani melalui jalur NTB Care.

Kasus warga ODGJ di Desa Jia yang dirujuk 9 Mei dan kini sudah pulih, serta kasus pemulangan TKI ilegal yang 20 tahun hilang kontak di China tahun lalu, menjadi bukti bahwa layanan publik digital dan responsif seperti NTB Care mampu menjangkau kelompok rentan hingga ke tingkat desa, bahkan lintas negara.


“Kami mengapresiasi NTB Care. Layanan ini membuat kami tenang karena warga mendapat hak kesehatan yang sama, cepat, dan jelas jalurnya. Bahkan warga yang menjadi TKI ilegal dan sudah lama hilang pun bisa dipertemukan kembali di desa,” tutup Syukri H Mansyur. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *