Penambang Gandu Mengeluh: Harga Minyak ke Pertamina Rp6.500, Kok Kami Dibayar Rp2.900?

Para penambang berharap pemerintah, Pertamina, PT Mataram Connection Nusantara maupun pihak paguyuban segera duduk bersama dan memberikan penjelasan terbuka mengenai mekanisme harga, sistem pembagian hasil, hingga proses pengiriman minyak ke Pertamina.

“Kami hanya ingin harga yang wajar dan transparan. Kalau memang masuk Pertamina, harusnya penambang juga menikmati manfaatnya,” kata Suyono.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Penambang Minyak Sumur Rakyat Gandu, Agus Rumanto, membantah informasi bahwa harga yang diterima penambang hanya Rp2.900 per liter.

Menurutnya, harga minyak akan mengacu pada perkembangan harga minyak dunia dan mekanisme yang berlaku dalam kerja sama dengan PT Mataram Connection Nusantara.

“Kalau soal harga Rp2.900 per liter itu tidak benar. Untuk lebih jelasnya silakan konfirmasi ke pihak MCN,” ujarnya.

Agus juga membenarkan bahwa minyak yang saat ini dikirim ke Pertamina berasal dari miliknya dan milik Kepala Desa Gandu. Menurutnya, hal itu terjadi karena produksi dari penambang lain belum mencukupi atau masih dalam tahap awal produksi.

“Yang lain masih sedikit dan belum banyak produksinya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *