Dosen Magister Hukum Pascasarjana UMMAT Beri Penyuluhan Hukum Pengelolaan Sampah di Lombok Timur

/Saatnya CSR Perusahaan Perbankan Syariah dan Perusahaan Penghasil Timbulan Sampai Jadi Garda Terdepan Dukung TTG Desa Danger

Mataram – Dosen-dosen Magister Hukum Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan diseminasi hukum/penyuluhan hukum terkait bisnis pengelolaan sampah berbasis potensi kewilayahan di Desa Danger Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, Minggu (18/6).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dan lingkungan. Hal ini juga merupakan kegiatan yang terprogram dan terjadwal serta didanai oleh hibah internal LPP-UMMAT.

Penyuluhan hukum tersebut diikuti oleh beberapa dosen magister hukum seperti Dr. Nurjannah S SH MH, Dr. Rina Rohayu H, SH MH, Dr. Yulias Erwin, SH MH dan Mahasiswa Magister Hukum UMMAT, Kaspul Hadi serta mahasiswa lainnya yang mengambil mata kuliah hukum lingkungan di semester genap 2021-2022.

Turut hadir juga dari perwakilan staff desa, pengurus BUMDes Gemilang, ibu-ibu PKK, dan warga masyarakat yang antusias terhadap kegiatan tersebut.

Baca juga : Danrem 162 Hadiri Pembukaan Liga Santri secara Zoom di Lapangan Trisula Yonif 742 /SWY

Dalam kegiatan tersebut peserta diberikan pengetahuan dan informasi terkait dengan regulasi pengelolaan sampah dari level undang-undang hingga Peraturan Daerah dan Peraturan Desa.

“Regulasi ini sangat penting, akan membawa ketaatan dan kesadaran hukum Masyarakat terkait pemanfaatan dan pengelolaan sampah, baik sampah rumah tangga maupun sampah kegiatan industri,” kata salah satu Dosen Magister Hukum Pasca Sarjana UMMAT, Dr. Nurjannah S, SH MH saat kegiatan berlangsung.

Peserta juga mendapat pengetahuan dan pemahaman terkait pentingnya pengelolaan sampah melalui system Reduce, Reuse, Recycle, serta pengenalan konsep ekonomi sirkular dan bisnis pengelolaan sampah berbasis jenis dan karakteristik sampah (organic dan an-organik, limbah B3 dan lainnya.

Kemudian pemetaan secara sederhana beberapa lingkup dan titik yang menjadi potensi desa secara ekonomi dalam pengelolaan sampah seperti (pengelolaan sampah di home industry tempe dan tahu desa Danger, Restoran/Rumah makan, danger village water park dan lainnya).

Teknologi Tepat Guna (TTG) yang sudah berhasil menjuarai teknologi tepat guna pada tahun 2018 di Kabupaten Lombok Timur. Bahkan pada tahun 2020 inovasi yang ia ciptakan sudah mampu bersaing di tingkat nasional. Dengan inovasi tersebut ia mampu mengubah sampah plastik menjadi tiga bahan bakar yang berbeda seperti solar, minyak tanah, dan bensin. Selain itu juga, inovasi tersebut dapat mengurangi limbah plastik dan juga memberdayakan SDM di desanya.

“Desa Danger sebagai Desa wisata (alam dan wisata kuliner otentik) dengan berbagai potensi yang dimilikinya, wajib dikelola dengan baik,” katanya.

Potensi dengan kekayaan alam yang harus berbanding lurus dengan komitment dan kesadaran pemerintah setempat Bersama masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah.

Baca juga : Peringatan HUT Bhayangkara Ke-76, TNI-Polri NTB Olahraga Bersama

Pengelolaan dan pemanfaatan sampah yang berbasis sumbernya, dengan melibatkan masyarakat luas, pemerintah daerah dan yang paling penting adalah Komitment Program tanggung jawab sosial perusahaan dan lingkungan dari perusahaan penghasil timbulan sampah di NTB, seperti PT. Narmada Awet Muda, bahkan Perusahaan perbankan dalam hal ini Bank Syariah seperti Bank NTB Syariah, Bank Dinar dan lain sebagainya.

Pemerintah desa Bersama badan usaha milik desanya memiliki peluang yang sangat besar di dalam mengelola sumber daya sampah menjadi potensi bisnis yang dapat menambah dan meningkatkan pendapatan desa.

Oleh karena itu, setiap perusahaan yang berperan terhadap timbulan sampah di setiap kegiatan ekonomi tersebut, wajib memiliki tanggung jawab sosial perusahaan melalui penyaluran dana CSRnya. Mengingat bahwa Teknologi Tepat Guna (TTG) yang menjadi inovasi terbaik dari desa Danger ini, penting untuk diakomodasi dan di dukung secara berkelanjutan melaui program yang terintegrasi dan dana yang memadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu