Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Dorong Pemprov untuk Bayar Hutang Kepada Kontraktor

 

Mataram, SIARPOST – Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq angkat bicara terkait dengan tertundanya pembayaran Projects Pemprov NTB yang telah dikerjakan pada tahun 2022 yang hingga saat ini belum nampak skema pembayarannya. Dirinya mengakui ada keluhan melalui media dan telpon dari para pengusaha yang ada di Kabupaten Sumbawa yang pelaksanaan projeknya di wilayah kabupaten Sumbawa.

“Kami menerima keluhan dari pengusaha pelaksana program Pemerintah Daerah Provinsi NTB di Kabupaten Sumbawa. Dirinya ikut prihatin terhadap kesulitan para kontraktor tersebut. Oleh karena itu semestinya Pemerintah Provinsi tidak mengabaikan ini, pengalaman tahun terdahulu hendaknya menjadi pengalaman berharga karena dampak dari hal ini para kontraktor bisa jadi takut menawarkan diri sebagai penyelia Barang dan jasa” Ungkap Rafiq.

Baca juga :Era Jokowi, KPK Temukan Potensi Kerugian Negara Rp4,5 T Masalah Tol

Masih kata Rafiq, Dirinya mengapresiasi semangat Pemprov Untuk memberdayakan Pengusaha atau Kontraktor lokal namun jangan samakan daya tahan kontraktor lokal kita dengan kontraktor Nasional yang memiliki modal besar. Mereka para kontraktor lokal ini untuk mampu bekerja menggunakan modal pinjaman di Perbankan, mereka terkena beban yang lebih besar dibandingkan dengan keuntungan yanag didapat. Ungkapnya.

Baca juga : Era Jokowi, KPK Temukan Potensi Kerugian Negara Rp4,5 T Masalah Tol

Kami berharap Pemerintah Provinsi NTB untuk benar – benar memperhatikan secara serius hal ini agar pembayaran pekerjaan tahun 2022 dapat segera dibayarkan, terlebih sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan, mereka berhak memasuki bulan ramadhan dengan hati yang tenteram, Pemprov harus bisa memberikan kepastian pembayaran project tahun lalu, sehingga program pembangunan di Propinsi NTB dapat berkelanjutan (Sustainable) yang membawa kesejahteraan bagi pelaku pembangunan dan juga objek pembangunan itu sendiri di daerah. “Pungkasnya.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu