Sejarah Masjid Agung Baiturrahman Dompu Ditampilkan di Islamic Center

/Berkali-kali Berubah Bentuk, Hingga Pengaruhi Sejarah Islam

Mataram, SIARPOST | Masjid Agung Baiturrahman Dompu pertama kali dibangun tahun 1952 di atas lahan seluas 6.000 M² dengan status tanah SHM, sedangkan luas bangunan masjid sendiri seluas 1.250 M².

Masjid Agung Baiturrahman Dompu merupakan masjid yang mengalami perpindahan dan perubahan bentuk selama 4 kali, mulai sejak berdirinya sampai dengan sekarang ini.

Masjid Agung Baiturrahman Dompu berdiri megah di lokasi yang sangat strategis, gerbang utamanya menghadap ke ruas jalan Jenderal Sudirman di sisi sebelah utara masjid, terdapat gerbang lainnya menghadap ke jalan di sisi sebelah timur yang juga dilengkapi dengan peralatan dan taman yang cukup luas.

Baca juga : Jum’at Curhat, Awal Puasa Polsek KPL Tano Ajak Stakeholder Jaga Kamtibmas

Masjid juga menyediakan pintu akses kecil dari sisi selatan yang mengarah ke ruas Jalan KH. Ahmad Dahlan di Kelurahan Karijawa Kecamatan Dompu.

Masuknya Islam di Dompu pertama kali bukan pada abad XV, tetapi pada abad ke XVII, pembawa Islam pertama kali ke Dompu pada abad ke XVII adalah Datuk Di Tiro dan Datuk Di Banda. Utusan raja Gowa yang dikirim ke dana Mbojo (Bima) dan Dompu untuk menyiarkan Islam.

Baca juga : Jokowi Instruksikan Buka Puasa Bersama Ditiadakan, Berlaku Untuk Siapa?

Dakwah islamiyah yang dilakukan oleh kedua Datuk tersebut berjalan dengan aman dan tanpa paksaan, dakwah islamiyah itu dapat menyentuh seluruh masyarakat baik masyarakat bangsawan maupun masyarakat biasa sehingga dapat menjelmakan kerajaan Islam Dompu.

Dengan berdirinya kerajaan Dompu, maka besar sekali pengaruh dalam perkembangan Islam di Dompu, bahwa Islam mempunyai pengaruh dalam perubahan-perubahan masyarakat di Dompu sehingga kehidupan dan kebudayaan Dompu bercorak Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu