“PDAM sudah mulai memberikan kontribusi, tetapi belum maksimal. Karena masyarakat pengguna air kita belum semuanya menjadi pelanggan PDAM. Masih ada yang dikelola Bumdes maupun kelompok-kelompok usaha pengguna air. Kalau itu bisa dimaksimalkan, tentu PAD dari sektor ini bisa meningkat,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah mulai menaruh perhatian serius terhadap efektivitas pengelolaan BUMD. Di tengah keterbatasan fiskal dan ketergantungan terhadap transfer pusat, optimalisasi perusahaan daerah dinilai menjadi salah satu kunci penting untuk memperkuat kemandirian keuangan Lombok Utara di masa mendatang.(Niss)














